20 Tips Mendidik Anak (Parenting)

parenting-wordle1

Anak adalah amanah untuk orang tua. Anak menjadi seperti apa tergantung dari pola asuh orang tua. Maka, nanti Allah akan bertanya kepada para orang tua kurang lebih, “Bagaimana Anda Mendidik Anak? Bagaimana pertanggungjawaban Anda sebagai orang tua?” Untuk itu sudah menjadi kewajiban kita untuk mendidik anak sesuai dengan yang telah Allah perintahkan. Ada beberapa tips dalam mendidik anak. Langsung saja berikut ini adalah beberapa prinsip & strategi dalam mendidik anak;

Prinsip 01 | Tanggungjawab pendidikan anak yang utama ada di orang tua. Jadi jangan bebankan ke orang lain semisal pembantu, kerabat apalagi menyerahkan semua tanggungjawab pendidikan anak ke sekolah ataupun guru.

Prinsip 02 | Orang Tua wajib mengetahui ilmu perkembangan anak. Dalam psikologi perkembangan, pada setiap periode perkembangan anak ada tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikan oleh anak. Orang tua wajib untuk terus mencari ilmu khususnya parenting & psikologi anak serta menerapkannya.

Prinsip 03 | Orang Tua wajib luangkan waktu, fisik, pikiran dan dirinya untuk anak. Banyak orang tua membersamai anak. Tapi hati, pikiran & perhatiannya di tempat lain. Hadirkan diri Anda seutuhnya bersama anak. Beri perhatian dan hormatilah anak terutama saat mereka berkomunikasi dengan Anda.

Prinsip 04 | Orang Tua wajib memberikan kasih sayang secara pas kepada anak. Anak yang kurang perhatian dan kasih sayang akan sulit untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Sebaliknya, anak yang dimanjakan dengan kasih sayang hasilnya juga akan jelek. Anak tidak dapat belajar untuk bersabar & menunda keinginannya jika terlalu dimanja.

Prinsip 05 | Orang tua harus konsisten. Jika orang tua tidak konsisten, anak akan menjadi bingung. Anak menjadi tidak disiplin serta mengabaikan aturan maupun perintah orang tuanya karena dia bingung perilaku mana yang harusnya dia lakukan.

Prinsip 06 | Perhatikan makanan anak: harus halal, baik, sehat & bergizi. Makanan sangat penting dan mempengaruhi pertumbuhan & perkembangan anak. Makanan yang haram & tidak sehat akan merugikan anak. Jadi jangan membeli apalagi menyimpan makanan yang tidak baik di dalam rumah dan memberikannya ke anak.

Prinsip 07 | Berikan Keteladanan. Anak belajar dengan cara modeling, mengamati dan meniru orang-orang dewasa di sekitarnya. Berikan contoh – contoh perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Jangan reaktif apalagi emosional dalam berperilaku & berbicara. Ingat anak akan mencontohnya. Berperilaku dan berakhlaqlah sebagaimana sang suri tauladan Muhammad, SAW dan para sahabatnya berakhlaq.

Prinsip 08 | Kuatkan perilaku yang diinginkan. Anak terkadang berperilaku baik dan disukai orang tua. Namun orang tua jarang memberi apresiasi dan pujian untuknya. Reward itu sangat perlu untuk setiap perilaku yang diharapkan. Reward tidak selalu berbentuk barang, kata-kata pujian dan apresiasi serta sentuhan positif akan sangat bernilai.

Prinsip 09 | Bersahaja dalam disiplin. Jangan terlalu keras dalam disiplin seperti mudah memukul, menampar dan semacamnya. Anak akan belajar tentang kekerasan, permusuhan dan agresi. Jangan pula lembek dan permisif (serba boleh) pada anak. Dia akan belajar menjadi orang liberal yang berperilaku bebas dan tidak mengindahkan aturan serta otoritas pihak berwenang. Sekali-kali pukullah anak usia 10 tahun yang tidak mau sholat. Dia akan belajar mengenai konsekuensi dari perilaku negatifnya.

Prinsip 10 | Ajarkan sikap berbagi. Pada dasarnya anak bersifat egois dan egosentris. Dia harus diajarkan untuk peduli dan memikirkan orang lain. Jika Anda punya dua anak, Anda bisa membelikan 1 kue dan 1 buah. Berikan pada anak pertama kuenya dan anak kedua buahnya. Lalu ajarkan cara berbagi agar keduanya mendapatkan bagian kue dan buah. Jika anak Anda hanya satu maka ajarkan berbagi makanan dengan ayah, ibu, kerabat ataupun tetangga. Ambil moment-moment penting seperti Idul Fitri & Idul Adha untuk mengajarkan anak berbagi dengan sesama.

Prinsip 11 | Perhatikan lingkungan dan mainan anak. Orang tua harus memilih yang terbaik untuk anak. Acara televisi, jenis dongeng, bacaan, mainan dan hal-hal lain yang terkadang sepele sebetulnya sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Bahkan orang tua perlu juga untuk membatasi ataupun membuang acara televisi, video game dan film-film yang bermuatan agresi dan pornografi dari rumah.

Prinsip 12 | Ajarkan adab pada anak. Anak harus diajarkan sopan santun, tata karma, adab dan norma-norma. Contohnya, anak harus minta izin untuk masuk ke kamar orang tua pada waktu tertentu seperti sehabis isya’, sebelum subuh dan setelah dzuhur. Anak juga harus diajarkan makan pakai tangan kanan dan duduk. Anak harus belajar menghargai tetangga dan sebagainya.

Prinsip 13 | Pisahkan kamar tidur anak yang berbeda jenis kelamin. Pendidikan seksual dan pencegahan penyimpangan seksual bisa diajarkan kepada anak sejak dini. Pemisahan kamar tidur dan kamar mandi adalah salah satu contoh pengkondisian, pencegahan & pendidikan seksual sejak dini. Contoh lainnya adalah memberi pakaian yang menutup aurat & hijab terutama untuk anak perempuan. Pemahaman anak terhadap apa yang dia punya, tubuhnya dan semacamnya perlu juga diajarkan secara bertahap sesuai perkembangan anak.

Prinsip 14 | Ajarkan kemandirian. Larangan dan batasan membuat anak belajar akan self-control (pengendalian diri). Sebaliknya, kebebasan bahkan dorongan kepada anak untuk melakukan semuanya sendiri akan membuatnya mandiri dan punya inisiatif. Keduanya dibutuhkan dan perlu diatur agar anak punya kemandirian yang terukur, keberanian dan pengambilan resiko yang tidak membabi buta. Ajarkan pula kemandirian dalam mengambil keputusan. Jangan paksakan semua keinginan Anda terhadap anak! Ajarkan anak untuk mencari alternatif solusi, memproses informasi & membuat keputusan bijak.

Prinsip 15 | Perhatikan pendidikan anak. Amati perkembangan anak dalam kehidupan di sekolahnya. Bantu anak dalam belajar. Jangan mengerjakan PR-PR anak karena PR adalah alat bagi guru untuk mengetahui perkembangan belajar anak. Cari soal lain yang mirip dan ajari anak menyelesaikan soal-soal itu. Jalin pula komunikasi dengan pihak sekolah dan guru-guru yang mengajari anak Anda. Pilih sekolah dengan guru terbaik dan mengajarkan keislaman karena sebagian waktu anak habis di sekolah bersama teman – teman dan gurunya.

Prinsip 16 | Luangkan waktu untuk membaca & memahami Al Qur’an bersama anak. Lima menit per hari sudah cukup untuk membaca Al Qur’an, memahami melalui terjemahan & tafsir serta mengajarkannya ke anak. Jika Anda konsisten menjalankannya, Anda akan segera melihat efek bola salju kepada Anda, anak-anak & keluarga Anda. Ajarkan pula fikih, akhlaq, shirah nabawi, sejarah islam, dan wawasan Islam lainnya.

Prinsip 17 | Beranjak remaja, jadikan mereka partner Anda. Jadikan anak remaja sebagai partner dalam belanja, memasak, memperbaiki kerusakan rumah yang ringan, mengatur urusan keluarga dan semacamnya. Mereka akan lebih bertanggungjawab dan mampu menghadapi realitas kehidupan. Ketika anak menginjak usia remaja, metode pendidikan kepada anak juga berubah. Ajak mereka lebih sering berdiskusi. Amati & fasilitasi minat & bakatnya. Beri kepercayaan & tanggungjawab kepada mereka.

Prinsip 18 | Nikahkan anak lebih dini jika mampu. Dewasa ini perkembangan dunia begitu ‘mengerikan’. Barat mengekspansi dunia dengan budayanya. Mereka mengkomersialisasikan sex dalam iklan-iklan, media dan segala rupa wacana tanpa bisa dibendung dengan mudah oleh masyarakat muslim. Tekanan stimulus luar yang kuat & mengerikan dapat menjatuhkan remaja muslim ke dalam pacaran liar, perzinaan sampai sex bebas. Menikah menjadi salah satu solusi selain puasa tentunya.

Prinsip 19 | Doakan anak Anda. Ada banyak doa baik dari dalam Al Qur’an maupun hadits Rasulullah yang mengajarkan doa untuk kebaikan anak kita. Berikut adalah salah satu doa untuk kebaikan anak-anak kita :

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً

Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74)

Prinsip 20 | Ajarkan anak tentang Tauhid sejak dini. Ini yang terpenting dan saya taruh di bagian akhir. Ajarkan dan terus ajarkan serta ingatkan kepada anak bahwa tidak ada sesuatu yang pantas untuk disembah melainkan Allah. Contohlah Lukmanul Hakim dalam mengajarkan tauhid kepada anak yang diabadikan dalam Al Qur’an. Perkara ini terlihat ringan akan tetapi bobotnya adalah sangat berat.

Sekian 20 Tips Mendidik Anak yang singkat ini. Semoga saya dan pembaca budiman diberikan kekuatan oleh Allah untuk menjalankannya. Tentunya masih banyak strategi dan tips dalam Islamic Parenting. Barangkali dapat didiskusikan dan ditambahkan dalam komentar. Terima Kasih, mohon maaf jika ada yang kurang. Semoga bermanfaat …

Nafis Mudrika, 2014, follow me @nafismudrika

Posted in Sharing | Leave a comment

Keep Fighting !

Work hard for something you want… because something come by the permission of Allah if you fight… Keep Fighting !

Terkadang kita menginginkan sesuatu tetapi mentok.
Ada banyak asumsi & prasangka negatif.
Ada ketakutan & kekhawatiran.
Bahkan kita tidak tahu pasti apa yang kita inginkan.
Apalagi tahu bagaimana cara & langkah-langkah untuk mencapainya …

Jangan bersedih …
Jangan bersikap lemah …
Hancurkan pikiran-pikiran negatif itu …
Kuatkan hati kita …

Terus berjuang … terus berusaha …
Ketika tujuan belum tercapai …
Ketika hal-hal yang tidak diinginkan justru yang datang…

INGATLAH … kesabaran adalah sahabat terbaik kita…
Kesabaran… kesabaran… & kesabaran…
Kesabaran yang tidak mengenal batas …

Ingatlah jika langit malam semakin pekat …
maka sebentar lagi fajar akan datang …
Ingatlah jika masalah dan cobaan semakin besar …
Jalan keluar akan segera datang …
Dibalik kesulitan ada kemudahan …

Pastikan diri terus melangkah …
Senyum optimis memberikan harapan …
Lihat ke depan dengan penuh antusias …
Keep Fighting my brother & sister …
You can do it !!!

Allah will help you if you have positive thingking to Allah …

Nafis Mudrika follow me @nafismudrika

optimism wordle

Posted in Pengembangan Diri, Sharing | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kesempatan Emas Investasi Akhirat

Jadilah bagian dari Guru Transformatif SGI. Guru yang menginspirasi anak-anak negeri, memberdayakan masyarakat dan mengubah Indonesia. Bersiaplah mendapatkan pengalaman yang tak ternilai sepanjang hidup anda. Bersama SGI angkatan VI, anda dicetak menjadi guru yang siap mengajar, mendidik dan memiliki jiwa kepemimpinan sosial.

leaflet

Persyaratan :

  • Pendidikan S-1 semua jurusan dengan IPK minimal 2,75 (dalam skala 4)
  • Muslim / Muslimah usia maksimal 25 tahun
  • Usia maksimal 25 tahun
  • Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama program berlangsung
  • Siap mengikuti pembinaan dan perkuliahan selama 4,5 bulan ditempatkan selama 1 tahun di wilayah terluar, terdepan dan tertinggal seluruh Indonesia.

Cara Mendaftar :

http://www.sekolahguruindonesia.net/pengumuman/pendaftaran-sgi-angkatan-ke-vi

Posted in Sharing | Leave a comment

Tour de Sumatera

Akhirnya bisa menjejakkan kaki ke wilayah barat Indonesia, Sumatera. Tugas sekaligus “jalan-jalan” ke kota Padang, Bukittinggi & Medan cukup berkesan. Berikut ini beberapa foto & sedikit cerita menarik :

(1) Sholat dzuhur di Masjid Raya Kesultanan Deli, Medan Sumatera Utara

foto0097

Masjid ini cukup megah dan indah. Detail interiornya sangat menarik dan yang paling berkesan adalah sejuknya udara di dalam masjid ketika saya sholat. Udara yang begitu sejuk ini masuk dari pintu besar dan ventilasi udara yang didesign sedemikian rupa. Sayangnya, tempat wudhu agak kotor dan beberapa sudut kurang terawat. Masjid yang dibangun pada masa Kesultanan Deli ini menjadi salah satu bukti kebesaran peradaban dan budaya bangsa Indonesia di masa lampau. ^ ^

Selain masjid raya, saya juga berkesempatan mengunjungi Istana Maimun dan masuk untuk melihat beberapa koleksi di dalamnya. Istana yang didominasi warna kuning yang katanya warna khas suku melayu ini membuat ruangan terasa hangat. Tak lupa sebagai oleh-oleh saya membeli beberapa kain songket khas melayu.

(2) Jam Gadang, Bukittinggi, Sumatera Barat

_DSC0032_2Bukittinggi barangkali merupakan kota terindah di Sumatera Barat mengalahkan ibukotanya, Padang. Di sini, udaranya sejuk dan kita bisa menikmati keanggunan dari jam gadang yang cantik. Di jam gadang ini, ada yang aneh yakni angka 4 di jam tersebut yang disimbolkan dengan IIII bukan IV :)

Selain jalan-jalan di kota Bukittinggi, saya juga menyempatkan diri menikmati sore di Jembatan Siti Nurbaya, Padang. Di sini, saya menikmati jagung bakar sambil melihat sungai dan perahu-perahu di atasnya. Seolah-olah seperti di Venesia ^ ^

_DSC0034

(3) Danau Maninjau, Sumatera Barat

foto0049Pulang dari Bukittinggi, kami mampir di danau maninjau untuk menikmati sejuknya udara dan keindahan panorama alam. Jalan yang berkelok-kelok dan pemandangan danau yang memukau membuat mata ini harus bersyukur sebab telah diberi kesempatan oleh Allah untuk melihat keajaiban ciptaan-Nya.

foto0052

Itulah sekelumit kisah dari jalan-jalan ke Pulau Sumatera. That is an enjoyable journey… :)

Posted in Sharing | 2 Comments

Belajar Fotografi

Ternyata sudah lama sekali tidak menulis blog. Rasa malas dan aktifitas yang padat membuat halaman ini terlupakan. :) Banyaknya beban kerja juga membuat kepala sedikit penat. Jadi saya belajar foto-foto aja di sekitar kontrakan dan kantor dengan kamera Fujifilm Finepix HS 35 EXR. Berikut ini hasil beberapa jepretan:

(1) Putik belakang kontrakan

DSCF0020(2) Bunga depan kantor

DSCF0005(3) Ayam samping rumah

DSCF0043(4) Kelinci belakang kontrakan

DSCF0037(5) Daun Singkong

DSCF0011

Posted in Sharing | 1 Comment

OPEN RECRUITMENT SEKOLAH GURU INDONESIA – DOMPET DHUAFA

OPEN RECRUITMENT
SEKOLAH GURU INDONESIA – DOMPET DHUAFA
ANGKATAN 5

Sekolah Guru Indonesia (SGI) berkomitmen untuk membangun Indonesia dengan cara mempersiapkan guru-guru muda berkarakter. Oleh karena itu, SGI terus bekerja mencari putra-putri terbaik bangsa yang punya semangat berbagi & mengabdi untuk ditempa selama 4,5 bulan di asrama. Peserta akan mendapatkan kuliah, workshop, training, mentoring, magang di sekolah serta program pemberdayaan masyarakat. Kemudian anak-anak muda yang siap bekerja untuk Indonesia kami tempatkan menjadi guru di sekolah-sekolah marjinal di wilayah pelosok dan perbatasan di seluruh Indonesia.

Persyaratan Pendaftaran SGI

  1. Pendidikan minimal S1 dengan IPK ≥ 2,75 skala 4
  2. Muslim / Muslimah usia maksimal 25 tahun
  3. Punya visi menjadi guru
  4. Siap mengikuti program pembinaan di asrama selama 4,5 bulan dan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia selama 1 tahun
  5. Belum menikah dan bersedia untuk menunda pernikahan selama program berlangsung
  6. Diutamakan mempunyai pengalaman pemberdayaan masyarakat
  7. Diutamakan aktif di organisasi mahasiswa / masyarakat

Petunjuk Pengisian dan Pengiriman Formulir Pendaftaran SGI

Silahkan mendownload formulir pendaftaran dan mengikuti petunjuk pendaftaran di http://www.sekolahguruindonesia.net/pengumuman/pendaftaran-sgi

Pendaftaran dapat juga dilakukan secara langsung melalui pos dengan melengkapi berkas (1) form pendaftaran yang sudah diisi lengkap (2) Surat izin orang tua mengikuti program SGI (3) Pas foto berwarna 3×4 sebanyak 2 lembar (4) Fotocopy KTP (5) Fotocopy Ijazah S1 atau Surat keterangan Lulus dari kampus (6) Fotocopy Transkrip nilai S1. Semua berkas lengkap dikirim ke alamat:

Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa

Jl. Raya Parung Bogor KM 42, Ds Jampang, Kec. Kemang, Kab. Bogor, Jawa Barat 16310

Semua berkas persyaratan lengkap dikirimkan sebelum tanggal 31 Mei 2013

Jika anda membutuhkan kejelasan info pendaftaran atau ingin mengkonfirmasi pengiriman pendaftaran, Anda dapat menghubungi Nafis Mudrika, S.Psi (0813 2643 5313) atau Aditia Ginantaka, S.TP (0857 1195 2679)

Pengumuman Kelulusan

Pengumuman hasil seleksi administrasi (seleksi tahap I) diumumkan pada tanggal 7 Juni 2013
Bagi yang lolos seleksi tahap I dilanjutkan pada seleksi tahap II (FGD dan Interview)

poster rekrutmen SGI 5

Posted in Sharing | 4 Comments

Belitong Island : Unexpected Journey

Ini adalah kali keempat aku menyambangi Belitong … Dari Tanjung Pandan sampai Manggar. Dari Membalong sampai Tanjung Batu Air. Dari Selat Nasik (Pulau Mendanau) sampai Pulau Bukulimau. Dari Pulau Seliu sampai Pulau Lengkuas… akhirnya semua terjamah sudah ^ ^

Perjalanan dimulai ketika aku kembali bertugas mengantarkan Guru-guru SGI 4 ke Pulau Belitung :

_DSC0734

Kami bertemu dengan SGI 3 dan melihat galeri dan pabrik pembuatan souvenir khas Belitung di Sijuk :

_DSC0751

Meski aku tak membeli apapun di sini, namun aku dapat souvenir dan melihat kancil di belakang rumah. Sempat tertarik dengan batu satam (batu meteor yang hanya ada di Belitong dan Rusia) yang harganya cukup mahal namun tidak jadi membeli karena harganya mahal… T.T Tetapi di hari berikutnya dapat hadiah batu satam yang tak diduga-duga dari Pak Camat Simpang Pesak…. woooowww….

Perjalanan berikutnya adalah mampir di Pantai Tanjung Kelayang & Tanjung Tinggi… (sebetulnya udah bosen karena udah berkali-kali ^ ^)

_DSC0756

Meski tak sempat mengunjungi Museum Katanya Andrea Hirata di Gantung (bulan Januari sudah menyempatkan diri ke sana) namun kami menyempatkan diri lagi mampir di replika sekolah Laskar Pelangi; SD Muhammadiyah Gantung ^ ^

DSC01018

Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menjelajahi savana Batu Air ^ ^

_DSC0257

_DSC0272

Kemudian kami juga sempat memancing di laut ^ ^ … yee strike aku dapat dua cumi dalam sekali tarik. Pak Zam, nelayan yang mengantar kami dapat tengiri sama ikan hiu. ^ ^

2013-03-26 18.02.35

Kemudian kami sempat silaturahim ke Tungkup, wilayah yang jadi lokasi program pemberdayaan masyarakat Tim Belitung :

_DSC0174

Sempat melakukan “apel” terakhir sebelum berpisah dengan SGI 4 :

_DSC0200

Berfoto bersama SGI 3 & SGI 4 :

_DSC0215

Kemudian silaturahim ke rumah Pak Nurdin, rumah Pak Camat dan tentu saja Pak Kamal, kakek kami yang sudah pensiun dari Kabid TK / SD Dinas Pendidikan Belitung Timur :

_DSC0108

Salah satu bunga di depan rumah Pak Kamal :

_DSC0125

Yang paling tak disangka-sangka, kami ditraktir gratis berwisata ke Pulau Lengkuas oleh Pak Hasyim, Kepala Sekolah SDN 29 Manggar (Pulau Bukulimau)

_DSC0150

Bahkan kami diajak untuk snorkling gratis di dekat pulau lengkuas dan pulau burung ^ ^

_DSC0029

_DSC0090

_DSC0330

Kami berhasil menangkap nemo imut yang kami lepaskan kembali setelah puas berfoto dengannya ^ ^

_DSC0331

Sebelumnya kami menemukan gundukan pasir putih di tengah lautan. Kami pun mendarat dan berfoto di sana ^ ^

_DSC0079

Kami makan siang bersama di Pulau Lengkuas :

_DSC0216

_DSC0161

Tak lupa kami naik ke atas menara dan menikmati laut dari atas :

_DSC0295

_DSC0274

_DSC0306

Kami pun berfoto bersama lagi… lagi dan lagi…. ^ ^

_DSC0325

Special Thank’s buat Pak Hasyim dan putranya Mas Agus Pahlevi (Levi Tour : http://www.levi-tour.com)

_DSC0157

Bahkan kami diantar ke Bandara menggunakan bus pariwisata gratis ^ ^

_DSC0008

_DSC0100

Terakhir …

“Apapun yang kau impikan….

teruslah berusaha menggapainya…

Karena Allah akan memeluk mimpi-mimpimu”

Itulah penghujung kisah pengabdian di Pulau Pelangi

Di mana Mataharinya akan menghangatkan hatimu

sedangkan sinar rembulannya akan menenangkan jiwamu”

^ ^

_DSC0361

Nafis Mudrika, Maret 2013

Posted in Sharing | 5 Comments