Sharing

Saksikanlah Bahwa Kami adalah Kaum Muslimin !


Umat akhir zaman benar-benar ditimpa fitnah yang berat. Dusta dibenarkan, kebenaran didustakan, perpecahan di mana-mana. Lalu, siapakah sesungguhnya yang benar dan selamat? Tidak diragukan lagi bahwa umat yang selamat adalah umat yang senantiasa menegakkan kebenaran.

Senantiasa ada dari umatku sekelompok orang yang menegakkan kebenaran, tidak merugikannya orang yang menghina sampai datang hari kiamat dan mereka dalam keadaan demikian” [HR Muslim]

Kemudian, banyak kelompok yang mengklaim dirinya sebagai kelompok orang tersebut. Sayangnya, mereka hanya menggunakan prasangka dan hawa nafsu. Tanpa bukti yang nyata. Maka mengapa mereka mengikuti sesuatu yang tidak ada pengetahuannya? Dan sungguh Allah lebih mengetahui siapa sekelompok orang yang menegakkan kebenaran itu.

Yang lebih memprihatinkan adalah kelompok-kelompok itu membuat nama-nama jahil untuk sebutan kelompoknya maupun jama’ahnya. Sungguh jika ditanya kepada saya mengenai perkara tersebut, maka akan saya jawab, “Cukuplah saudara menyebut saya MUSLIM !”

Ketika ditanya, “Mengapa tidak menyukai sebutan jahil itu, bukankah sebutan itu pujian yang baik dan punya makna baik?” Sesungguhnya kami diberi nama oleh Allah “Muslim” dan sekiranya ada nama lain dari manusia yang lebih terpuji, maka saya berlindung dari kejahatan pujian itu. Lalu jika ada yang berargumentasi bahwa nama itu untuk membedakan jama’ah yang haq dengan yang bathil, maka sungguh Rasulullah tidak mengajarkan perkara tersebut. Pada masa Rasulullah terdapat orang sholih, orang fasik, & orang munafik yang semuanya mengaku muslim. Namun Rasulullah tidak mencari nama baru untuk umatnya sebagai pembeda apalagi menyuruh umatnya membanggakan diri dengan nama itu. Dia juga tidak mengeluarkan perintah pada umat akhir zaman untuk membuat sebutan nama baru.

Jika dia tetap mengejar dan mengatakan, “Itu berlaku dulu, sekarang kita dalam masa perpecahan dan membutuhkannya”. Maka dengan cepat saya jawab, “Akankah engkau berlepas diri dari Al Qur’an yang terang, yang terjaga sampai kiamat, yang berlaku sampai kiamat, dengan argumentasi akalmu yang rendah? Justru kita butuh menamakan diri kita dengan SATU nama “MUSLIM” supaya kita BERSATU !!!”

Lalu jika dia masih berargumentasi ini dan itu, saya berkata, “Silakan bantah saya, silakan hina saya, sungguh itu tidak merugikan saya sama sekali. Sebagai muslim saya akan menegakkan kebenaran walaupun pahit dan menyerahkan diri kepada Allah. Sungguh siapakah sebenarnya yang berlaku bid’ah, siapakah yang berhati syaithan, siapakah yang munafiq, siapakah yang hendak berlepas diri dari Kitabullah dan jama’ah, siapakah yang akhlaqnya menyimpang dari Muhammad, siapakah du’at yang mengajak ke pintu-pintu neraka yang disifati Rasulullah berasal dari kaum kita dan berbicara dengan bahasa kita (maksudnya orang Arab), semua itu bukan hakku untuk menentukan dan aku kembalikan urusannya kepada Allah.” Bukankah itu jawaban yang lebih adil dari umat yang dijuluki Allah sebagai umat yang adil dan pilihan?

Jadi, jangan sebut diri kami dengan nama-nama jahiliyah itu. Cukuplah saudara menyebut saya MUSLIM ! Saksikanlah bahwa saya seorang MUSLIM! Bagaimana mungkin kami meninggalkan nama terbaik pemberian Allah lalu menggantinya dengan nama yang lain? Bagaimana mungkin Rasulullah menghapus sebutan jahiliyah seperti Muhajirin dan Anshar lalu menggantinya dengan nama “Muslimin” lalu kami berpaling dari kehormatan ini?

Sungguh Muhammad bin ‘Abdullah bersyukur sebagai muslim. Abu Bakar bersyukur sebagai muslim. ‘Umar bin Khattab bersyukur sebagai muslim. Usman bin Affan bersyukur sebagai muslim. ‘Ali bin Abi Thalib bersyukur sebagai muslim. Para sahabat bersyukur sebagai muslim. Para tabi’in bersyukur sebagai muslim. Para Imam bersyukur sebagai muslim. Umat Muhammad bersyukur sebagai muslim. Dan saya pun bersyukur sebagai muslim dan sesungguhnya saya termasuk orang-orang yang berserah diri kepada Allah. Hal ini lebih dekat dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Bagaimana dengan Anda?

Kemudian kalau ada orang jahil yang bertanya apa madzhab Anda, apa manhaj Anda? Cukuplah saya jawab, “Islam agamaku, Allah Tuhanku, Muhammad Rasulku, dan Al Qur’an kitabku”. Kalau dia bertanya lebih lanjut, saya jawab, “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya tidak suka pada orang yang banyak bertanya. Tapi jika Anda tidak tahu apa itu Islam, maukah saya ajari Rukun Iman dan Rukun Islam?” Sungguh pertanyaan-pertanyaan bodoh yang memalingkan dari pokok-pokok Islam pada hal-hal syubhat akan terus ditanyakan oleh mereka yang jahil untuk berdebat, menghina, dan memecah belah umat. Maka tinggalkanlah orang-orang bodoh itu karena mereka hanya mengikuti persangkaan dan hawa nafsu!

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong. [Al Hajj : 78]

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih, dan berkata : “Sesungguhnya aku termasuk kaum muslimin (orang-orang yang berserah diri) [Fushshilat : 33]

Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka ; “Saksikanlah, bahwa kami adalah kaum muslimin (orang-orang yang berserah diri)“ [Ali-Imran : 64]

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka” [Al-Ahzab : 36]

Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” [An-Nur : 63]

Itulah identitas kita sebagai jama’ah kaum muslimin yang satu, yang telah diikat oleh Allah hati-hati kita dengan iman dan cahaya kebenaran. Dan sungguh dakwah yang benar adalah dakwah kepada tauhid dan menegakkan kebenaran, yakni Islam bukannya ashobiyah.

Barangsiapa keluar dari ketaatan serta memisahkan diri dari jama’ah lalu mati, maka kematiannya adalah kematian secara jahiliyah. Barangsiapa berperang dibawah panji ashabiyah, emosi karena ashabiyah lalu terbunuh, maka mayatnya adalah mayat jahiliyah. Barangsiapa memisahkan diri dari umatku (kaum muslimin) lalu membunuhi mereka, baik yang shalih maupun yang fajir (jahat) dan tidak menahan tangan mereka terhadap kaum mukminin serta tidak menyempurnakan perjanjian mereka kepada orang lain, maka ia bukan termasuk golonganku dan aku bukan golongannya” [Hadits Riwayat Muslim]

Sungguh saya telah menyeru dengan Al Qur’an dan tidak ingkar kepada kebenaran Al Qur’an itu kecuali orang kafir. Maka bawalah bukti argumentasimu jika kamu adalah orang-orang yang benar! Maka mengapa kita terlalu mudah sesat seperti buih yang mudah diseret ke sana ke mari? Bukankah ada kitab Allah dan Sunnah Rasul yang jika kita berpegang teguh kepadanya kita tidak akan tersesat? Sungguh saya benci pada sebutan jahiliyah sebagaimana Rasulullah membenci sahabatnya yang memanggil, “Hai kaum Anshar” lalu beliau menyuruh meninggalkan panggilan jahiliyah yang sangat jelek itu.

Syaikh Muqbil bin Hadi berfatwa: “Ketahuilah bahwa manusia terbagi menjadi dua hizb (kelompok) : Hizbullah dan Hizbusysyaithan. Hizbullah, mereka mencintai setiap muslim di negeri mana pun, sama saja telah mengenalnya ataupun belum mengenalnya. Adapun apabila membatasi kecintaan, wala dan bara’ pada kelompok tertentu, maka itu adalah thaghut (hizbiyah). Loyalitas harus diberikan kepada setiap muslim di seluruh negeri Islam. Hizbiyah jahiliyah harus dimusnahkan, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda.

“Ada apa dengan panggilan jahiliyah ini sedangkan saya berada di tengah-tengah kalian. Tinggalkanlah, karena hal itu sangat jelek”

Hadits ini Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ucapkan ketika mendengar dua kaum saling memanggil kaumnya masing-masing. Yang dari Anshar berkata : “Wahai orang-orang Anshar!”. Dan yang Muhajir tak ketinggalan berkata pula : “Wahai orang-orang Muhajir!”

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda. “Artinya : Seluruh perkara jahiliyah telah aku musnahkan di bawah kakiku” Semoga Alloh melindungi kita dari mengikuti hawa nafsu. [Ijabatus Sa’il ‘an Ahammi Masa;il hal. 375]

Dari Jabir bin Abdullah dia berkata : Kami berperang bersama Nabi dan sekelompok kaum Muhajirin berkumpul bersama beliau. Di antara kaum Muhajirin ada seorang yang suka bercanda sehingga memukul pantat orang Anshor. Maka sangat marahlah sahabat Anshor tersebut. Sehingga masing-masing kubu saling berseru. Orang Anshor tersebut berkata: “Wahai orang-orang Anshor,….”.Orang Muhajirin berkata: “Wahai orang-orang Muhajirin,…”.Mendengar hal tersebut Nabi keluar seraya berkata: “Ada apa dengan seruan Jahiliyyah itu?” Kemudian bertanya: “Apa yang terjadi kepada mereka?” Kemudian beliau dikabarkan bahwasannya ada seorang Muhajirin memukul pantat seorang Anshor. Selanjutnya Nabi bersabda ; “Tinggalkanlah, karena itu sangat buruk”.[HR. Bukhori : 3518, 4905, 4907].

Sesungguhnya sebutan Muhajirin dan Anshar bukan hanya disebut di dalam Al Qur’an, namun juga dipuji oleh Allah. Tapi Allah telah melebur dua golongan itu menjadi satu nama “muslim”. Allah telah menghapus ras putih, ras hitam, ras merah, ras kuning, golongan pedagang, golongan petani, golongan ini, golongan itu menjadi satu nama Muslim ketika golongan-golongan itu bersaksi “Tiada Sesembahan selain Allah, Muhammad Rasul Allah”.

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata : Mu’awiyah berkata kepadaku : ‘Apakah kamu berada di atas milah Ali? Maka aku berkata : “Tidak, dan aku juga tidak berada di atas millah Utsman. Aku berada di atas millah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam” [Ibanah Kubra, Ibnu Baththah, 1/355]

Lihatlah bagaimana Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma membenci hizbiyah meskipun hizbiyah tersebut disandarkan kepada salah seorang Khulafaur Rasyidin. Sungguh karena dia termasuk generasi Salafus Shalih.

“Manusia yang paling baik adalah generasiku, kemudian yang setelahnya dan yang setelahnya. Setelah itu datanglah sekelompok kaum yang persaksian salah seorang di antara mereka mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului persaksiannya” [Muttafaq Alaihi]

Janganlah kita menyerupai Iblis. Dia menolak satu kebenaran yang sepele, lalu dikeluarkanlah dia dari surga dan menjadi makhluq terkutuk. Janganlah kita menolak kebenaran satu ayat Al Qur’an, atau kita mengikuti langkah-langkah Iblis. Selurus-lurus agama seseorang, semuanya dari yang pokok sampai yang furu’, namun jika dia bersikap sombong atau riya’ maka adakah dia bisa selamat? Sungguh diharamkan jannah, orang yang dalam hatinya ada kesombongan sekalipun seberat atom? Yakni, mereka yang menolak kebenaran dan meremehkan manusia. Lalu, sudah sampaikah kepadamu hadits mengenai kaum pertama yang dihisab di hari akhir? Bukankah akan dimasukkan neraka, orang sholih yang matinya seolah-olah syahid tapi niatnya ternyata bukan untuk Allah? Maka marilah kita masuk ke dalam tali agama Allah secara keseluruhan.

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (Al Baqarah 208)

Maka dengan penuh rasa syukur kami katakan; “Saksikanlah, bahwa kami kaum Muslimin”

3 thoughts on “Saksikanlah Bahwa Kami adalah Kaum Muslimin !

  1. Mohon izin share ya…tulisan ini sangat manfaat untuk dibaca..

    Semoga penulisnya diberi pahala yang berlipat ganda dasi sisi Allah SWT.Aamiin

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s