Sharing

Tips Menghilangkan Kantuk


Rasa kantuk terkadang mengganggu. Contohnya pada saat khutbah Jum’at. Mengapa kita selalu mengantuk pada saat khutbah Jum’at? Lalu rasa kantuk itu berkurang pada saat kita berdiri untuk Sholat Jum’at? Apakah karena ceramah khotib yang menina-bobokan jama’ah? Apakah suasana tenang nan damai di siang hari yang panas? Apakah karena wewangian yang semerbak di mana-mana? Apakah kita telah kehilangan makna dan terjebak rutinitas? Hmmm semuanya bisa menjadi sebab. Tapi pernahkah kita melihat bagaimana posisi duduk kita? Bukan masalah di depan atau di belakang. Tapi lebih tepatnya posisi punggung kita.

Mayoritas jama’ah terlihat duduk lesu seperti pasukan kalah perang yang putus asa. Lihatlah posisi punggung mereka yang tertunduk lesu! Mereka melipat punggungnya ke depan. Matanya melihat ke bawah, atau sengaja ditutup, lalu mereka pun melihat alam lain. ^ ^ Padahal saya belum menjumpai sebuah dalil yang memerintahkan mereka untuk duduk seperti itu. Berbeda dengan mereka yang mempunyai sandaran tembok atau tiang di belakangnya. Mereka duduk bersandar seperti orang yang lelah sekali ingin tidur. Bukankah dua posisi tersebut ditambah suasana yang mendukung mendorong kita untuk cepat tidur? Itulah nikmatnya Sholat Jum’at. Nice Nap. ^ ^

Sedikit sekali jama’ah yang duduk dengan punggung tegak. Duduk dengan posisi sempurna. Bukankah 30 menit itu adalah waktu yang sangat lama dan menyusahkan untuk duduk seperti itu? ^ ^ Padahal duduk dengan punggung tegak memungkinkan oksigen masuk dengan lancar ke otak dan mencegah rasa kantuk. Oksigen yang lebih banyak tentu membuat otak kita lebih fresh. Sebaliknya, oksigen yang kurang membuat otak kita malas menyerap ilmu.

Posisi duduk tegak selalu diminta trainer untuk menciptakan posisi ideal dalam menyerap ilmu. Sebaliknya, posisi merunduk atau bersandar adalah dua posisi yang tidak diinginkan trainer. (Tapi sangat diinginkan pendengar. ^ ^) Hal ini juga sering terjadi di sekolah, saat kita bekerja, saat rapat atau dalam aktifitas apapun. Dalam Sholat Jum’at, para jama’ah seharusnya diingatkan untuk memperbaiki posisi punggungnya selain harus mematikan alat komunikasinya. Takmir Masjid pun tidak perlu lagi menyediakan secangkir kopi kepada para jama’ah sebelum sholat Jum’at. ^ ^

Posisi tubuh erat kaitannya dengan tingkat energi. Orang dengan lebih banyak posisi aktif seperti berlari, berjalan, berdiri, dan duduk dengan punggung tegak terlihat lebih berenergi daripada mereka yang didominasi dengan posisi pasif seperti duduk bersandar, menunduk, tiduran, bermalas-malasan dan semacamnya. Jadi, bangunlah kawan supaya tidak mengantuk lagi. ^ ^ Dan jangan tidur lagi kalau jam tidurmu sudah cukup. ^ ^ Jangan ikuti nasehat Mbah Surip atau kalian akan tertidur lagi, selamanya. ^ ^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s