Sharing

Mengasah Gergaji


Pernah mendengar istilah “mengasah gergaji”-nya Stephen R. Covey? Mengasah gergaji atau selalu memperbarui dan memperbaiki potensi diri adalah perkara penting. Sebab, kalau tidak pernah diasah, potensi kita akan berkarat. Banyak orang sebetulnya sudah karatan. Terjebak rutinitas. Para karyawan dan kebanyakan orang-orang dewasa menghabiskan waktunya untuk uang. Masuk kerja pagi-pagi sekali, terjebak macet, lalu mengerjakan tugas itu-itu saja dan pada akhirnya pulang larut malam. Membosankan.

Parahnya, mereka menyuruh anak-anak mereka untuk rajin belajar dan membaca. Mereka sering mengeluhkan putra-putrinya yang malas belajar. Padahal, mereka sendiri tidak giat belajar, sangat malas untuk membaca. Saya harap potret di atas bukanlah potret kehidupan Anda. Namun, jika Anda merasa perlu istirahat sejenak dan mengasah gergaji Anda, maka empat hal di bawah ini bisa dijadikan panduan.

Memperbarui Aspek Ruh – Spiritualitas

Memperbarui nilai-nilai yang Anda yakini sangat penting. Nilai-nilai itulah yang akan menjadi pemandu hidup Anda. Ambillah contoh tentang tauhid (mengesakan Tuhan). Dengan tauhid dan keimanan yang benar, seyogyanya seorang muslim tidak takut dan tidak menyandarkan dirinya kepada hal-hal selain Allah. Misalkan menyandarkan diri dan hidupnya pada harta, jabatan, atasan, kelompok, pemerintah, orang tertentu, suami (pasangan), keluarga, teman, ramalan, jimat, jin, hal-hal klenik, ritual, dan semacamnya. Dengan demikian, dia tidak menjadi oportunis untuk mengamankan kepentingannya. Sebaliknya, dia mampu untuk “do the right thing” walaupun harus menerima resiko sebesar apapun.

Contoh lain adalah integritas. Sangat sering kita berlaku tidak jujur, mengingkari janji serta tidak amanah dalam pekerjaan dan tugas karena takut atau terjebak kepentingan-kepentingan sesaat. Mungkin pula karena sudah terbiasa atau melihat orang lain juga melakukan hal yang sama. Tentu nilai-nilai dan prinsip-prinsip kebaikan dalam hidup kita harus terus kita asah, kita perbaiki dan tentu saja kita jaga. Komitmen untuk memegang nilai-nilai itu harus tetap terjaga. Bertanyalah pada diri sendiri: “Buat apa kita hidup? Sudahkah kita bersungguh-sungguh melakukan yang terbaik untuk mencapai tujuan hidup?”

Memperbarui Aspek Mental – Kognitif

Segera setelah orang dewasa keluar dari bangku sekolah atau kuliah, waktu mereka akan lebih banyak dihabiskan di depan layar TV daripada di depan buku. Saya tidak menyalahkan televisi karena media ini sebetulnya juga memberikan informasi up to date serta tayangan pendidikan yang memperluas wawasan kita. Begitu pula tidak semua buku isinya bagus dan mendidik. Namun, orang cenderung menghabiskan waktunya untuk hal-hal ringan dan minim manfaat buat dirinya. Acara TV tentunya dipilih yang paling menyenangkan dan memuaskan dirinya, bukan sarana mengasah potensi diri. Bagaimana dengan internet? Situs-situs seperti Facebook, Twitter, Youtube, atau YM banyak dibanjiri orang. Bagaimana dengan situs-situs yang mengasah kemampuan kognitif / mental kita?

Latihan mengasah aspek kognitif bisa kita mulai dengan menulis. Kalau kita menulis, mau tidak mau kita harus berfikir dan membaca sebagai bahan dari tulisan kita. Kalaupun sulit, bisa kita mulai dengan cara menulis sejarah dari perjalanan hidup kita. Pengalaman menarik seputar menemukan resep masakan baru, perjalanan ke objek wisata unik, atau berjumpa dengan teman lama bisa saja kita tulis. Membuat blog tentang jurnal kehidupan kita adalah ide bagus dan menyenangkan. Jadi, kenapa tidak dicoba?

Memperbarui Aspek Sosial – Emosional

Menjadi orang yang lebih peduli bukanlah hal mudah. Berbagi dan memberi ke sekitar kadang sulit bagi orang-orang tertentu. Namun, tak ada kata sulit jika kita mau mencoba dan terus berusaha. Mari kita keluar dari ego kita. Kita harus sadar bahwa kita hidup dalam ketergantungan dengan orang lain. Jangan sampai kita terlalu emosional dan egois. Mau menang-menangnya sendiri. Cobalah untuk berprinsip win-win solution. Belajar berempati dan mendengarkan. Serta yang paling penting adalah mampu memahami pihak yang berbeda atau bahkan memusuhi / dimusuhi oleh kita. Sebab, kita sering mempunyai paradigma yang berbeda-beda dengan orang lain terhadap hal yang sebetulnya sama.

“Jadilah orang yang bermanfaat sebanyak-banyaknya. Banyak-banyaklah melayani, memberi dan berbagi. Meringankan beban orang lain serta membahagiakan lebih banyak orang.”

Memperbarui Aspek Fisik

Nutrisi seimbang, istirahat dan relaksasi yang cukup, serta olah raga teratur sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita. Kesuksesan apapun rasanya tak akan ada artinya kalau kita terbaring di rumah sakit. Cobalah untuk jogging, push up, sit up atau latihan-latihan olah raga kecil lainnya. Ini penting untuk menjaga stamina dan energy kita.

Itu saja yang bisa saya bagi dalam tulisan kali ini. Semoga bermanfaat. Tapi yang jauh lebih penting, semoga saya bisa melaksanakannya. ^ ^ dan tentu saja Anda ^ ^

Terakhir, asahlah gergaji Anda dengan senang hati. Sebab, tidaklah mengasah gergaji dan kesuksesan itu yang akan membawa kebahagiaan buat Anda. Sebaliknya, kebahagiaan Anda dalam menjalani semua itu yang akan membawa kesuksesan bagi Anda. Tetap Semangat! Sukses buat kita semua !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s