Sharing

Banyak yang Mau Tapi Sedikit yang Berhasil


Beberapa hari yang lalu saya memberikan training motivasi untuk persiapan Ujian Akhir di salah satu SMP di Jogja. Pada kesempatan itu, ada satu game menarik yang sebetulnya syarat makna buat kehidupan kita. Waktu itu, saya menawarkan kepada murid-murid sebuah susu kemasan siap minum. Saya bertanya, “ada yang mau susu?” Serentak semuanya bilang mau. “Kalau Anda mau, silakan ambil sendiri.” Tapi tak ada yang mengambilnya. Lalu susu itu saya taruh di tengah, lebih dekat dengan mereka. “Kalau mau, silakan ambil sendiri.” Namun tidak ada yang mengambilnya. Lalu susu itu saya ambil kembali. Saya pun bertanya kepada murid-murid. Mengapa tidak ada yang mengambilnya padahal hampir semuanya mau susu itu?

Tanpa bertanya pun, saya sudah tahu jawabannya. Mereka malu, takut dinilai tidak sopan, takut ditertawakan, berfikir negatif, melihat kesulitan dibalik peluang dan rangkaian alasan lain. Alhasil, tak ada satupun yang mengambil kesempatan yang saya tawarkan. Akhirnya, saya harus menjelaskan panjang lebar bahwa saya hanya mengetes keberanian mereka. Saya tidak akan menginterogasi murid yang mengambilnya. Tidak akan mengambil syarat apapun. Dan saya berjanji akan memberikan susu itu begitu saja kepada siapa pun yang berani mengambilnya.

Lalu saya memberikan beberapa tambahan reward lain dan memberikan kesempatan sekali lagi. Akhirnya ada satu murid perempuan yang maju dan mengambilnya. Saya pun memuji keberaniannya.

Banyak yang Mau Tapi Sedikit yang Berhasil. Banyak murid yang mau mendapatkan susu itu, tapi hanya satu murid yang berhasil mendapatkannya. Mengapa? Apa yang membuat kita mendapatkan apa yang kita inginkan? Usaha. Ya, keberanian untuk berusaha dan mendapatkannya. Banyak murid mau lulus, tapi hanya yang berusaha yang punya peluang untuk berhasil. Banyak orang mau kaya namun hanya sedikit orang yang benar-benar kaya. Banyak orang mau pandai, namun hanya segelintir orang yang berusaha lalu mendapatkannya. Banyak manusia ingin masuk surga, tapi sebagian dari mereka tidak akan pernah memasukinya. Bahkan, mencium baunya pun tidak akan pernah.

Fakta lain yang menarik adalah; saya menawarkan lebih dari satu reward namun murid yang mengambil masih menyisakan reward itu. Padahal, tak ada larangan baginya untuk mengambil semua reward. Mengapa? Kesempatan datang kepada kita untuk mendapatkan sesuatu yang lebih banyak. Namun, mengapa kita hanya memanfaatkan kesempatan itu sedikit saja? Kita diberikan kesempatan untuk masuk ke dalam surga yang paling tinggi, surga firdaus. Namun mengapa cukup dengan surga yang biasa-biasa saja? Atau bahkan merelakan diri kita dimasukkan ke dalam api neraka yang amat sangat panas?

Murid lain lalu maju mengambil sisanya. Kesempatan pun diambil orang lain. Dan mayoritas murid yang hanya diam saja, menyesal tidak mendapatkan apapun. Kesempatan tidak akan datang untuk kesekian kalinya buat mereka. Bagi kita pun, kesempatan hidup tidak akan datang untuk yang kedua kalinya.

Mau dan melakukan ternyata punya akibat yang berbeda. Banyak orang yang mau namun jika mereka tidak melakukan sesuatu untuk meraihnya maka mereka tidak akan mendapatkan apapun. Bahkan sebaliknya, ada juga orang yang tidak mau tetapi melakukan (mungkin terpaksa) justru mendapatkan akibat daripada apa yang dia lakukan. Kita mendapatkan akibat dari apa saja yang kita lakukan. Jadi lakukan kebaikan jika kita ingin mendapatkan hal-hal baik. Sebaliknya, jangan lakukan hal yang buruk jika kita tidak ingin mendapatkan balasan yang buruk.

One thought on “Banyak yang Mau Tapi Sedikit yang Berhasil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s