Sharing

Dongeng : Salidin dan Sang Macan.


savana-baluran

Inilah salah satu dongeng yang sangat saya sukai dan mempengaruhi kehidupan saya. Saya dulu sering mendengarkan dongeng ini dari ayah saya. Let’s check it out:

Pada zaman dahulu tinggallah seorang penggembala kambing bernama Salidin. Salidin anak yang suka berbohong. Pada suatu ketika, ia menggembalakan kambing di padang rumput. Ia sangat bosan menggembala kambing setiap harinya. Maka, muncullah niat iseng terhadap penduduk desa. Dia pun pergi perkampungan sebelah padang rumput.

Salidin lalu berteriak, “Tolong-tolong….., ada macan yang mau memakan kambing-kambing saya.”

Penduduk desa panik dan mendatangi Salidin. Mereka membawa pentungan dan senjata apa saja. Lalu, bertanyalah mereka, “Mana macannya? Mana macannya? Mana…?”

Salidin pun menjawab, “Macannya sudah pergi dan masuk ke dalam hutan.”

Penduduk desa pun lega dan kembali ke perkampungan. Salidin tertawa senang. Ia puas bisa mempermainkan & membohongi penduduk desa.

Di hari berikutnya, Salidin melakukan hal yang sama. Ketika penduduk desa datang dan menanyakan macannya, Salidin menjawab dengan jawaban yang sama. “Macannya sudah pergi dan masuk ke dalam hutan.”

Di hari ketiga, ia melakukan hal yang sama. Penduduk desa terus menerus ia bohongi. “Macannya sudah pergi dan masuk ke dalam hutan.” Salidin sangat puas bisa membohongi penduduk desa.

Penduduk desa pun mulai kesal dengan Salidin. Salidin pun menjadi terkenal sebagai tukang bohong dan tidak dapat dipercaya.

Pada suatu hari, Salidin menggembalakan kambing seperti hari-hari biasanya. Di balik semak-semak & ilalang padang rumput terlihat sesuatu yang bergerak-gerak. Salidin pun mulai gemetar. Tiba-tiba seekor macan muncul dan berlari mengejar Salidin !!!

Salidin benar-benar bertemu dengan seekor harimau yang galak. Ia pun berteriak bahwa ada macan yang menyerang dan minta pertolongan ke penduduk desa. Namun, tidak ada bantuan yang datang. Si macan pun cepat memangsa Salidin. Ia mengerang kesakitan dan terus berteriak minta tolong. Tapi tak ada bantuan. Justru terdengar suara sayup-sayup dari perkampungan, “Macannya sudah pergi dan masuk ke dalam hutan.”

Si macan memang sudah pergi dan masuk ke dalam hutan. Tentu setelah mendapat hidangan dan kudapan istimewa bernama Salidin, si penggembala kambing.

Begitulah akhir ceritanya. Pesan dongeng pun sangat jelas. Jangan suka berbohong! Jangan suka berbohong! Jika engkau kehilangan kepercayaan, maka celakalah hidupmu.

(Nafis Mudrika)

image from : http://beritabaik.web.id/wp-content/uploads/2014/06/savana-baluran.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s