Sharing

Time Management : 7 Tips Memaksimalkan Waktu


Semua orang punya waktu yang sama, 24 jam. Namun, produktifitas kita seringkali berbeda. Bahkan ada yang merasa stres karena kekurangan waktu. Lalu bagaimana caranya untuk mengelola waktu kita agar lebih produktif? Berikut sedikit tips dari saya:

1.       Tekat yang kuat

Manajemen waktu adalah soal kita mengorganisasikan aktifitas. Jadi manajemen waktu adalah mengubah perilaku, bukan menambah waktu menjadi 25 jam sehari. Perubahan perilaku dan aktifitas itu tidak mudah. Apalagi jika aktifitas tersebut sudah mendarah daging. Oleh karena itu diperlukan kemauan yang keras dan tekad baja untuk melakukannya. Jika tidak, program manajemen waktu ini akan menjadi program yang hangat-hangat tahi ayam. Hebat di awal namun akan kembali lagi ke semula. Jadi niatkan untuk berubah !!!

2.       Identifikasi “monster waktu”

Monster waktu yang saya maksud adalah aktifitas yang tidak penting namun cukup banyak menghabiskan waktu. Monster waktu ini bisa berupa bermain facebookan, browsing internet, bermain game, nonton televisi (TV), telpon, ngobrol, ngegosip dan lainnya. Kita harus tahu aktifitas tidak penting yang paling menghabiskan waktu kita. Biasanya kita akan merasa senang melakukan aktifitas tersebut. Namun sejatinya secara tidak sadar kita telah membuang-buang waktu. Kenali dan identifikasi monster waktu kita masing-masing. Kenali “aktifitas apa” dan kenali “stimulus” maupun “situasi” apa yang membuat kita melakukan aktifitas tersebut.

3.       Membuat target

Dalam modifikasi perilaku untuk mengubah perilaku harus jelas ukurannya. Oleh karena itu kita harus membuat target. Jika kita punya monster waktu bernama “facebookan” maka kita harus mengukurnya. Misalkan kita facebookan tiap hari menghabiskan waktu 4 jam. Kita harus membuat target untuk menguranginya menjadi 10 menit dalam sehari. Jadi ada time limitnya. Tidak boleh facebookan lagi kalau sudah melewati waktu 10 menit.

4.       Rencana, implementasi dan kontrol

Kita bisa membuat rencana dengan membuat jadwal ataupun memanfaatkan beberapa software untuk manajemen waktu. Selain jadwal, kita juga harus membuat daftar tugas. Biasakan membuat daftar tugas dengan deadline. Ingat, diperlukan kedisiplinan untuk memastikan daftar tugas berhasil kita coret satu per satu. Kemudian rasakan sensasi kepuasannya🙂

Sebagai kontrol atas implementasi program manajemen waktu, kita bisa minta bantuan orang terdekat seperti pasangan untuk membantu menanyakan dan mengecek target kita apakah sukses ataukah masih perlu perbaikan.

5.       Menentukan Prioritas

Tugas dan aktifitas perlu diidentifikasikan. Kita harus cermat memilih mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Jika tidak, kita akan melakukan banyak pekerjaan yang tidak penting dan tidak mendesak. Ujung-ujungnya kita akan melakukan banyak hal secara terburu-buru dengan kualitas yang seadanya. Kalau sudah begini, pastinya kita akan stres karena didesak oleh tugas-tugas.

Nah, kita harus menentukan prioritas. Caranya adalah kita bagi daftar tugas menjadi empat bagian (kolom). Pertama: tugas dan aktifitas yang penting dan mendesak. Kedua: tugas dan aktifitas penting namun tidak mendesak. Ketiga: aktifitas mendesak namun tidak penting. Terakhir, hal-hal yang tidak penting dan tidak mendesak. Segera lakukan hal-hal yang ada di kolom pertama terlebih dahulu. Jika sudah selesai semua lakukan yang kedua dan seterusnya.

6.       Rayakan & Jadikan habit

Rayakan kesuksesan anda dalam melakukan perubahan aktifitas dengan hadiah atau yang lain. Jangan lupa, aktifitas yang sudah berhasil diubah harus dijadikan kebiasaan dengan terus menerus melakukannya dan menguatkannya. Jika tidak, kebiasaan lama membuang-buang waktu akan terulang kembali. Apalagi jika muncul stimulus yang membuat kita kembali melakukan aktifitas monster selama berjam-jam ^ ^

7.       Waspadai penyakit waktu

Penyakit pertama adalah takut mengontrol diri sendiri. Penyakit ini membuat kita membiarkan hidup kita mengalir begitu saja ditentukan oleh situasi maupun kemauan orang lain. Sesungguhnya kita punya kontrol terhadap hati, pikiran dan tindakan kita. Maka, kita harus berani mengambil keputusan. Ingat, jika kita tidak berani menentukan perilaku kita, maka kita akan ditentukan oleh orang lain. Hal ini akan membuat kita menunggu dan berada dalam ketidakpastian. Maka tentukan dan pastikan kalau langkah kita memang sesuai dengan kemauan kita.

Penyakit lainnya adalah menunda-nunda. Menunda-nunda adalah sikap mental yang menyumbang pemborosan waktu. Malas, tidak disiplin dan menunda-nunda adalah penyakit lama bagi orang yang ingin memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu jangan tunda lagi, lakukan sekarang juga. Selamat mencoba🙂

~ Kebebasan itu bukan berarti kita melalaikan kewajiban. Namun kebebasan itu adalah ketika kita selesai melakukan semua kewajiban ~

(Nafis Mudrika @ 2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s