Sharing

Operasi Senyap Kalahkan Ahok


Assalaamu’alaikum wr wb

Kepada saudaraku kaum muslimin yang semoga dirahmati Allah. Sebagaimana telah kita ketahui bersama, PLT Gubernur sekaligus Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) bukanlah seorang muslim. Beliau tidak beriman sebagaimana kaum muslimin beriman. Beliau telah membuat kebijakan yang tidak menguntungkan kaum muslimin khususnya warga ibukota. Kebijakan tersebut seperti larangan tabligh akbar di monas, pelaksanaan pemotongan qurban di sekolah dan semacamnya.

Tak berhenti sampai di situ, beliau terus melukai hati orang-orang beriman. Terakhir, beliau membuat pernyataan yang bisa dipersepsikan sebagai sebuah penistaan agama Islam. Pernyataan “dibohongin pake surat Al Maidah ayat 51” adalah tendensi penghinaan terhadap firman Allah. Pernyataan ini adalah penghinaan terhadap Allah, RasulNya, KitabNya dan kaum muslimin seluruhnya.

Pernyataan Ahok: “Bapak ibu ga bisa pilih saya, iya kan dibohongin pake surat Al Maidah 51, macem – macem itu. itu hak bapak ibu.” Pernyataan ini bisa dua interpretasi. (1) Ayat tersebut digunakan sebagian kaum muslimin membuat kebohongan (2) Ayat tersebut berisi kebohongan. Keduanya adalah penghinaan sebab saya dan saudara muslim lain merasa dihina dan marah! Terlepas dari yang berkata tidak merasa menghina!

Para imam kaum muslimin di negeri ini telah angkat bicara. Ust. Arifin Ilham, Aa’ Gym dan yang lain telah mengingkari dengan cara yang ma’ruf. Simaklah dan renungkan apa yang mereka katakan!

Sikap kita terhadap fenomena ini adalah indikator sejauh mana iman kita. Jika kita membela orang kafir yang melukai hati kaum mukmin, maka masih adakah iman di dada kita? Jangan-jangan, kita ini banyak maksiat dan tergolong orang fasiq. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kita ini orang munafiq. Kita rela mengorbankan iman dengan dunia. Sebab dunia lebih kita cintai daripada Allah. Sebab kita lalai dalam sholat-sholat kita. Sebab kita ringan maksiat dan berat untuk taat. Nyaman dengan kemungkaran. Nyaman bersama mereka yang fasiq. Gerah bersama-sama dengan orang-orang sholeh. Maka, bersegeralah untuk taubat!

Jika kita hanya diam melihat kemungkaran ini, maka masih adakah pengingkaran dalam hati? Jika masih, maka itulah selemah-lemah iman.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri rodhiallohu ‘anhu dia berkata: Aku mendengar Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; jika ia masih tidak mampu, maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)

Jika kita menggunakan lisan untuk mencegah kemungkaran ini, maka itu lebih baik daripada diam. Berani ambil resiko dengan menggunakan lisan ataupun tulisan untuk mengingkari dan mencegah bahaya besar untuk kaum muslimin. Kita informasikan dan kita edukasikan tentang ghirah (rasa cemburu) di saat agama kita dilecehkan. Betapa bodoh dan lemahnya kondisi umat ini, jika dalam kondisi mayoritas saja, kita hanya diam melihat minoritas melecehkan kita. Bagaimana jika umat ini menjadi minoritas? Apakah kita akan terusir dari kampung halaman sebagaimana saudara muslim Rohingya diusir dari tanah airnya? Atau minimal terpinggirkan oleh pendatang kafir China sebagaimana muslim melayu di Singapura?

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. QS Ar Ra’d 11.

Saudaraku kaum muslimin yang dirahmati Allah. Sesungguhnya yang terbaik dari kaum mukminin adalah mereka yang mencegah kemungkaran dengan tangan mereka. Jika mereka punya kekuasaan, mereka gunakan kekuasaannya! Jika mereka punya jabatan, mereka gunakan jabatannya! Jika mereka punya harta, mereka gunakan harta bendanya! Jika mereka punya senjata, mereka angkat senjatanya!

Namun, semua itu ada kaidah dan ukurannya. Ali bin Abi Thalib mengurungkan niatnya untuk menebas leher orang kafir yang sudah tidak berdaya untuk suatu alasan yang sangat mendasar. Beliau mengurungkan niat karena si kafir tersebut meludahi wajah beliau dan itu membuatnya marah. Beliau tidak jadi membunuh karena takut bukan keikhlasan yang mendorongnya akan tetapi hawa nafsu amarah yang menguasainya.

Saudaraku kaum muslimin. Bersihkan amarah dalam hatimu dan hadirkan keikhlasan! Orang yang ikhlas akan tetap mencegah kemungkaran ini dan menolong agama Allah. Iblis pun sudah menyerah dengan orang-orang yang ikhlas.

Saudaraku kaum muslimin, angkatlah senjata kalian! Jangan diam melihat orang kafir minoritas melecehkan Allah dan agama ini. Sesungguhnya senjata terbaik saat ini adalah doa. Doa adalah senjata orang beriman. Janganlah sesekali engkau meremehkan kekuatan daripada sebuah doa yang dipanjatkan oleh orang-orang beriman, yang memurnikan ketaatan kepada Allah, yang ikhlas mengharapkan kebaikan untuk umat dan dipanjatkan dalam waktu-waktu dan tempat yang mustajab.

Bersabda Rasulullah Shalallahu ’Alaihi Wa sallam:
“Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah Ta’ala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)
“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan di-ijabah dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan menerima do’a dari hati yang lalai dan main-main.” (HR Tirmidzi).
“Doa itu adalah ibadah” Kemudian beliau membaca: Rabbmu berfirman (QS Al Mu’min 60): “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (HR. Tirmidzi)

Biarlah Allah yang memutuskan. Apakah Ahok akan bernasib seperti Fir’aun? Ataukah berakhir seperti Umar bin Khattab? Orang-orang kafir membuat makar dan Allah pun menyiapkan makar-Nya. Maka, makar siapakah yang lebih baik dan lebih hebat? Pastilah makar Allah !!!

Saudaraku kaum muslimin, kuatkan imanmu, bersabarlah dan lakukanlah operasi senyap! Senjata terbaik harus digunakan dalam waktu terbaik. Bangunlah di sepertiga akhir malam. Dirikanlah sembahyang malam! Panjatkan doa untuk kebaikan umat. Panjatkan doa untuk kebaikan pemimpin-pemimpin kaum muslimin. Panjatkan doa semoga kita diselamatkan dan ditolong Allah dari cobaan orang-orang kafir dan munafiq.

“Minta tolonglah kamu kepada Allah dengan bersikap sabar dan mengerjakan shalat, sesungguhnya shalat itu amat berat dirasakan, kecuali bagi orang-orang yang khusuk”. (QS.Al-Baqarah : 45).

Jika sembahyang malam yang ‘ringan’ saja umat ini tidak mampu maka bagaimana mungkin kita mengharapkan umat berjihad dan meraih kemenangan?

Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.

Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.

(QS Al Isra’ 80 – 82)

Lakukan sebelum mengajak orang lain lakukan !

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s