Sharing

Tips Memilih Teman


85c7b8394af0ef1cb676c6c3f3b195d5_large“You are a reflection of the company that you keep”

Mau jadi apa kita tergantung lingkungan kita. Karena lingkungan & teman dekat sangat mempengaruhi siapa diri kita. Maka berhati-hatilah & selektiflah dalam memilih teman & lingkungan.

Allah berfirman :
وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً
“Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia” (Al Furqan:27-29)

Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau :
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain :
المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل
“Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Melihat sangat dianjurkannya kita memilih teman & lingkungan yang baik, maka mari kita identifikasi lingkungan utama kita. Jika mayoritas waktu kita habis untuk bekerja maka carilah teman kerja yang sholeh & lingkungan kerja yang mendukung. Jika mayoritas waktu kita ada di rumah & masyarakat, maka carilah tetangga dan lingkungan masyarakat yang baik sebelum mengontrak atau membeli rumah.

Ciri-ciri teman & lingkungan yang baik :
1. Menjaga sholat dan bersegera meninggalkan aktifitas untuk menegakkan sholat serta berjamaah bagi yang pria.
2. Bahan pembicaraan baik & bermanfaat, penuh nasehat kebaikan & kesabaran.
3. Berakhlaq baik, pemaaf, jujur, adil dsb.
4. Cerdas & berwawasan luas. Suka membaca, diskusi, menghadiri kajian keilmuan.
5. Menjaga diri dari makan harta haram.
6. Gaya hidup sederhana, bahkan zuhud & wara’.
7. Bersegera dalam berbuat kebaikan dan ketaatan kepada Allah & Rasul-Nya.

Sebaliknya, ciri-ciri teman & lingkungan yang jelek :
1. Melalaikan sholat dan menundanya sampai akhir waktu atau meninggalkannya sama sekali.
2. Suka ghibah (gosip) dan bahan pembicaraannya banyak diwarnai soal kejelekan orang lain & fitnah.
3. Berakhlaq buruk, pemarah, egois, tidak jujur dsb.
4. Bodoh, wawasan sempit, tidak suka membaca, kajian & diskusi keilmuan atau hal-hal yang bermanfaat.
5. Suka makan harta haram seperti harta riba (bunga bank/koperasi), suap, harta korupsi dsb.
6. Gaya hidup hedonis ataupun rakus akan materi dunia.
7. Suka berbuat maksiat & dosa tanpa rasa takut kepada Allah.

Jika kita berada di lingkungan yang jelek, sebaiknya cepat-cepat berhijrah. Sebab lingkungan yang jelek mau tidak mau menyeret kita ke dalam hal-hal yang jelek, sekuat apapun kita bertahan. Contohnya lingkungan penuh gosip, mau tidak mau kita ikut bergosip minimal mendengarkannya. Lingkungan yang suka makan harta haram, secara tidak sadar mungkin kita akan ikut memakan harta haram meskipun hanya sedikit. Kawan akrab yang buruk boleh jadi sangat kuat mempengaruhi kita dan menyesatkan kita dari jalan yang benar. Oleh karena itu berhijrahlah, carilah lingkungan dan kawan akrab yang sholeh. Insya Allah anda akan ditolong Allah jika niat anda benar.

Wallohu a’lam

Nafis Mudrika, November 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s