Sharing

Revolusi Indonesia 2011


Kisah revolusi Tunisia menggulingkan Presiden yang berkuasa benar-benar memiliki efek domino. Tak lama kemudian Mesir melakukan hal yang sama dengan menggulingkan kekuasaan Husni Mubarak. Revolusi Tunisia dan Mesir pun akhirnya merembet ke Negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara. Negeri-negeri seperti Yaman, Libya, dan Bahrain ikut bergejolak.

Tak berhenti di kawasan Timur Tengah, virus Revolusi 2011 akhirnya sampai juga ke Indonesia. Sebagai Negara yang doyan dan hobi demo, Indonesia tak mau ketinggalan. Namun, bukan Presiden yang hendak digulingkan. Akan tetapi Sang Raja sepak bola Nurdin Halid. Dia adalah Raja Sepak Bola Indonesia yang tak tahu malu dan penuh cela menurut para supporter anti Nurdin. Gagal menghadirkan prestasi buat timnas selama bertahun-tahun menjabat Ketua PSSI, sang raja yang mantan napi itu tetap keukeuh tidak mau turun. Mungkin inilah Revolusi Sepak Bola pertama di dunia. ^ ^

Timnas kalah lagi. Timnas gagal lagi. Nurdin diteriaki seisi stadion untuk mundur. Dia dipermalukan di hadapan Presiden. Tapi dia tak mau mundur. Aksi demonstrasi digelar di berbagai wilayah di Indonesia. Kantor-kantor PSSI disegel. Muncul pula PSSI tandingan. Ada kompetisi tandingan bernama LPI. Klub-klub besar keluar dari PSSI. Bermunculan lagu ‘popular’ menyindir Nurdin di dunia maya. Ada pula film-film ‘box office’ yang mengisahkan Nurdin yang tak mau turun. Namun Nurdin tetap tidak mau mundur.

Wow … mengapa para penguasa tak mau mundur sehingga mereka harus dipaksa mundur? Saya yakin kalau tujuannya baik, mereka pasti mau mundur dan menyerahkan amanah itu pada orang yang lebih baik untuk mempercepat pencapaian tujuan bersama. Akan tetapi kalau tujuannya untuk kepentingan dunia dan pribadi, materi, harta, kekuasaan, dan sejenisnya tentu mereka akan menghalalkan segala cara untuk bertahan dan tidak mau mundur.

Hmmm… Jadi, sampai kapan mereka akan kuat bertahan ??? Mari kita nikmati kisah seru Revolusi Indonesia 2011. ^ ^

4 thoughts on “Revolusi Indonesia 2011

  1. Saudara-saudaraku SEBANGSA DAN SETANAH AIR, sampai kapan kita ingin terus menjadi BONEKA politik PARA POLITIKUS-POLITIKUS BUSUK DI NEGARA KITA INI ? sampai kapan kita harus terus manangis melihat penderitaan saudara-saudara kita yang merintih kesakitan akibat menahan lapar, sampai kapan kita tertunduk malu melihat para sarjana-sarjana muda kita berhilir mudik mencari pekerjaan yang tak kunjung ada lowongan pekerjaan, sampai kapan kita akan terus bersipu malu melihat keadaan negri kita yang jauh dari prediksi angka yang tak sesuia dengan fakta. sampai kapan kita mau terus dibohongi dengan sumpah serapah dan rayuan gombal para pembohong “rezim pembohong dan kapitalisme”???? SAMPAI KAPAAAANNNNNN?????

    Saya hanyalah orang kecil yang hidup di tengah kota sederhana yang padat akan penduduk, hampir 2 tahun lamanya saya memiliki ijazah D3 namun tak kunjung mendapatkan pekerjaan karena ulah para rezim pembohong ini, tak ada perhatian khusus para pemerintah terhadap nasib kami untuk menyediakan lapangan pekerjaan. saya pikir hanya saya saja yang memiliki masalah seperti ini, ternya lebih dari 40 % Warga Negara Indonesia memiliki nasib yang sama seperti saya. ini adalah akibat adanya KESENJANGAN SOSIAL YANG LUAR BIASA TERJADI DI NKRI KITA INI, YANG KAYA MAKIN KAYA YANG MISKIN MAKIN MISKIN….

    REVOLUSI ADALAH JALAN SATU-SATUNYA UNTUK SEGERA MENGHENTIKAN REZIM KAPITALISME DAN PEMBOHONG INI, ISTANA NEGARA DAN GEDUNG DPR ADALAH MEDAN PERANG KITA MELAWAN PARA KOLONIALISME NEGARA-NEGARA BARAT YANG SAMA HALNYA SEPERTI PARA COMPANY DI JAMAN PENJAJAHAN….MARI KITA BANGKIT UNTUK MAJU DEMI MASA DEPAN INDONESIA YANG LEBIH CERAH, KEPADA APARAT HUKUM “TNI DAN POLISI” MARI KITA BERSATU UNTUK MENSUKSESKAN REVOLUSI JILID 2 INI, JANGAN MAU KALIAN DIJADIKAN TAMENG BONEKA UNTUK MELINDUNGI PARA PENGUASA YANG KOTOR. TUGAS UTAMA KALIAN ADALAH MENJAGA DAN MELINDUNGI RAKYAT, BUKAN SEBALIKNYA MEMBANTAI DAN MENGKULITI RAKYAT…..

    SALAM REVOLUSI….MERDEKAAAAAAAAA…..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s