Sharing

Sekeping Kisah Sinetron Indonesia


Rasanya sinetron Indonesia memang berkiblat pada telenovela. Ceritanya seputar itu-itu saja. Coba bandingkan dengan dorama Jepang, drama Korea atau drama lainnya! Banyak dorama Jepang mempunyai tema unik dan hanya menjadikan tema cinta sebagai bumbu saja alias bukan tema utama. Bandingkan dengan tema – tema sinetron kita!  Susah kita mencari sinetron Indonesia bertemakan: pendidikan, hobby, olahraga, profesi, perjuangan atau yang sejenisnya.

Kebanyakan sinetron Indonesia “menjiplak” telenovela yang mengumbar sensualisme & romantika percintaan sepasang kekasih, kisah melankolis orang-orang miskin yang didhalimi secara berlebihan, kisah perebutan harta warisan dan tema-tema sejenis. Tidak jauh dari mentalitas orang Indonesia yang cengeng, sukanya instant dan pemalas. Mungkin sinetron kita memang cermin kehidupan kita di negeri ini.

Tema tersebut membosankan apalagi ditambah artis yang berperan sebagai tokoh utama kebanyakan blasteran Indonesia. Jarang kita dapati orang asli pribumi dari Sabang sampai Merauke yang menjadi pemeran utama plus membawa budaya nusantara.

Masalah artis tidak terlalu bermasalah jika isinya bagus. Namun sinetron kita tetaplah sampah dengan segudang permainan emosi yang berlebihan. Sering kita dibawa untuk ikut merasakan emosi yang berlebihan dan terkadang jauh dari realita. Sayangnya, emosi yang dimunculkan tersebut dominan emosi negatifnya. Contohnya adalah marah, ambisi, nafsu, kebencian, dendam & persaingan tidak sehat.

Dalam tataran ini, sebuah tontonan yang mampu mempermainkan emosi penontonnya memang lebih baik daripada tontonan hambar yang tidak mampu berbuat apa-apa terhadap penontonnya. Namun, sebuah tontonan akan lebih baik lagi jika dia berhasil membuka mata dan pikiran orang-orang yang menontonnya. Apalagi jika sebuah tontonan mampu menyentuh hati dan menggerakkan jiwa kita untuk maju, berjuang dan berubah ke arah yang lebih baik. Tentunya tontonan tersebut sangat luar biasa.

Alhamdulillah, beberapa film kita seperti Laskar Pelangi cukup memuaskan dahaga kita akan tontonan yang bisa membuat bangsa ini maju. Bukan tontonan yang membuat bangsa ini semakin mundur saja dari waktu ke waktu. Walaupun tidak semua sinetron seperti itu, (ada juga yang sudah bagus) namun dominasi sinetron yang ada sekarang memang seperti itu. Semoga ke depan, sinetron yang ada berganti kiblat dan mengikuti jejak-jejak film sukses Indonesia.

4 thoughts on “Sekeping Kisah Sinetron Indonesia

  1. sangat setuju sekali. nyaris tak ada manfaat dan kebaikan dari sinetron yg ditayangkan di televisi swasta di Indonesia.

    Stasiun2 tv tersebut hanya mengejar rating tanpa memperhatikan kualitas dan dampak dari apa yang mereka tayangkan

    Semoga kualitas acara televisi di Indonesia bisa lebih baik lagi kedepannya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s