Sharing

Diam …


Diam dalam arti sikap tidak berbicara ataupun tidak bertindak ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi positif di sisi lain negatif. Atau seperti judul tulisan ini, diam dapat berarti emas tapi di lain pihak dapat menjadi tahi yang menjadi bumerang. ^ ^

Diam emas adalah diam dalam situasi yang tepat. Maksudnya, ketika kita tidak dapat melakukan perilaku atau perkataan yang baik, maka diam adalah lebih utama. Selain itu, dalam kondisi yang tidak terkontrol dan ricuh. Ketika semua orang panik dan tidak dapat berfikir jernih, seseorang perlu diam untuk mendapatkan ketenangan dan mampu berfikir jernih untuk dapat bersikap arif ^ ^

Nah, diam dalam arti kedua, yakni diam itu tahi adalah ketika seseorang melihat hal yang negatif atau kemunkaran tetapi dia mendiamkannya padahal dia punya kekuasaan untuk mengubah atau mencegah hal itu.

Sseorang pemimpin seharusnya tahu kapan dia harus bersikap diam dan kapan harus bergerak berjuang membela kebenaran. Minimal mengatakan sesuatu yang benar walaupun pahit. Seorang pemimpin yang cenderung diam padahal dia melihat masalah maka sebaiknya dia melepaskan tanggungjawabnya itu. Sebab, jika seorang pemimpin diam melihat kemunkaran, maka boleh dikatakan dia pemimpin yang lemah dan pengecut.

(Nafis Mudrika)

http://www.nafismudrika.wordpress.com

One thought on “Diam …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s