Produktifitas

3 Hal Ditinggalkan, 100 % Hidup akan Berubah


Ada 3 hal yang sering mengganggu dan sebaiknya kita tinggalkan jika kita ingin hidup efektif & berubah 100% menjadi jauh lebih baik. Apa saja hal-hal tersebut? Mari kita tengok:

1. Kesia-siaan atau Sesuatu yang Tidak Berguna.
Hal yang sia-sia (tidak bermanfaat) atau manfaatnya sedikit, sering menjadi prioritas dan lebih menarik untuk dikerjakan karena menyenangkan. Sebaiknya hal ini ditinggalkan. Di dunia ini ada yang wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram. Yang makruh dan haram jelas perlu ditinggalkan. Namun yang mubah dan berpotensi tidak berguna sebaiknya kita tinggalkan. Hal yang mubah contohnya adalah nonton tv, melamun, main game, browsing situs/sosial media minim manfaat, ngobrol/telp teman tanpa tujuan, dsb. Boleh saja sekali-kali mengerjakan yang mubah tapi jangan sampai yang mubah menjadi wajib lalu yang sunah apalagi yang wajib menjadi prioritas kedua.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara tanda kebaikan keIslaman seseorang: jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2318)

Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyu’ dalam shalatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna [QS Al Mu’minun 1-3]

2. Keraguan atau Ketidakjelasan
Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiallahuanhu dia berkata, Saya mendengar Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agamanya dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya di sekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati “. (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Yang halal & baik itu sudah jelas. Demikian pula yang buruk. Jika kita menghadapi sesuatu yang samar (tidak jelas) dan membuat hati kita ragu, sebaiknya kita tinggalkan. Jika semua aktifitas kita lakukan dengan penuh keyakinan, tentu hasilnya akan jauh lebih maksimal. Namun jika ragu, peluang suksesnya akan lebih kecil. Mari kita tinggalkan subhat & keraguaan sebagaimana perintah Rasulullah.

Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan kesayangannya, dia berkata : Saya menghafal dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam (sabdanya): Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu.
(Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shoheh)

3. Ketergesa-gesaan
Kata orang jawa “alon-alon waton klakon”. Maksudnya harus hati-hati & tidak tergesa-gesa yang penting tujuan tercapai. Manusia memang bertabiat tergesa-gesa.

“Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.” [Al Anbiyaa’ 37]

Namun, Allah & Rasulnya telah melarang kita untuk berbuat tergesa-gesa. Tergesa-gesa adalah termasuk perbuatan setan (HR Tirmidzi). Mari kita tinggalkan ketergesa-gesaan ini sebagaimana perintah Allah & Rasulnya:

“Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” [Thaahaa 114]

“Bukan akhlak seorang mukmin berbicara dengan lidah yang tidak sesuai kandungan hatinya. Ketenangan (sabar dan berhati-hati) adalah dari Allah dan tergesa-gesa (terburu-buru) adalah dari setan.” (HR. Asysyihaab)

“Apabila kamu mendengar iqamah, maka pergilah shalat (berjamaah). Hendaklah kamu bersikap tenang dan tenteram, jangan tergesa-gesa. Apa yang kamu dapati, shalatlah kamu bersama mereka; dan apa yang terlewatkan (ketinggalan), maka sempurnakanlah.” (HR Bukhari)

Dengan tidak tergesa-gesa, kita lebih berhati-hati dalam membuat rencana, berkata, mengambil sikap dan tentu saja dalam mengambil tindakan. Dengan demikian, waktu akan lebih efektif & hasil lebih berkualitas daripada mereka yang tergesa-gesa ingin cepat namun hasilnya justru tidak maksimal. Hal ini karena orang yang tergesa-gesa tidak peka terhadap resiko dan asal hantam saja.

Nah, itulah tiga hal yang jika ditinggalkan akan membuat hidup kita menjadi lebih sederhana, efektif serta berubah jauh lebih baik.

(Nafis Mudrika)

2 thoughts on “3 Hal Ditinggalkan, 100 % Hidup akan Berubah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s