Sharing

Pelajaran dari Orang “Gagal”


jatuh

Hidup adalah pilihan. Begitu juga dalam menghadapai kegagalan. Apakah akan dihadapai dengan negatif (lesu, cemberut, marah, dsb) ataukah positif (tetap antusias, lebih kreatif, sabar, dsb).

Kita bisa belajar menghadapi kegagalan dari orang-orang berikut ini:
1. Thomas A. Edison, penemu bohlam lampu listrik.
Dia mengalami sekitar 10.000 kegagalan sebelum bohlamnya sempurna. Lalu, apa yang ia katakan untuk 10.000 eksperimennya yang dalam tanda kutip gagal?

Ia menyatakan bahwa itu bukanlah kegagalan. Ia justru mempelajari 10.000 model yang tidak bekerja. Ya, kegagalan itu adalah pembelajaran. Selain menemukan bohlam lampu, ia juga menemukan 10.000 cara gagal untuk membuat bohlam lampu. Ketekunannya memang luar biasa. Ketekunannya menerangi dunia hingga hari ini.

2. Abraham Lincoln, Presiden Amerika
Lincoln terpaksa harus berhenti sekolah. Ia bekerja apa saja. Mulai dari pemotong rel kereta, penjaga toko, pengantar pos sampai akhirnya menjadi pengacara. Ia juga gagal berbisnis tahun 1831. Kalah di badan legislatif tahun 1832. Tahun 1833 bisnisnya kembali gagal. Hingga tahun 1836 ia patah semagat. Gagal menduduki kursi dewan pemilih tahun 1840. Gagal menjadi anggota kongres tahun 1846. Gagal masuk anggota senat tahun 1855. Gagal menjadi Presiden tahun 1856. Gagal menjadi Dewan Senat tahun 1858.

Tapi entah mengapa orang yang selalu gagal seperti dia berhasil dilantik sebagai Presiden Amerika ke-16 dan menjadi salah satu Presiden paling sukses dalam sejarah Amerika. He is a winner. Winner never quit and quitters never win. Anda bisa belajar dari kisahnya.

3. Soichiro Honda, pendiri Honda Corporation.
Ia dikeluarkan dari sekolah saat berusia 15 tahun karena tidak mampu. Ia harus menjadi baby sitter sebelum menjadi mekanik. Ketika ia menawarkan piston buatanya ke Toyota, ia ditolak dan ditertawakan oleh para teknisi. Setelah bertahan dan memperbaikinya selama dua tahun, akhirnya pistonnya diterima.

Kegagalan lain yang ia alami adalah saat-saat berat ketika pabriknya dibom dua kali dan dihancurkan gempa bumi. Tapi ia bertahan dan hingga kini, Honda Corp. menjadi perusahaan otomotif terbesar di dunia.

4. Steve Jobs, CEO Apple
Ia didepak dari CEO Apple padahal perusahaan itu ikut didirikannya. Ia tidak menyalahkan lingkungan. Namun ia berkata, “Kerahkan segala daya, dirikan perusahaan baru yang lebih canggih.” Ia pun mendirikan NeXTStep Inc. Ia membeli Pixar. Ia mengalami sukses di sana dan kembali membujuk Apple agar menjadi CEO adinterim. Akhirnya, ia melanjutkan kesuksesannya dan menjadi CEO Apple dengan gaji tertinggi di California.

5. Colonel Sanders, Pengusaha KFC
Ia harus mengalami kegagalan sebanyak 1018 kali saat menjual waralabanya. Baru pada kesempatan yang ke 1019 ia berhasil menjual waralabanya. Ia mencapai kesuksesan setelah berusia 65 tahun.

6. Christoper Columbus, Penemu Amerika.
Misi sebenarnya dari Columbus adalah menuju India dan mendapatkan rempah-rempah dari sana. Ia merintis perjalanan pertama dari Eropa menuju barat. Sesuatu yang aneh pada waktu itu. Tapi ia yakin bahwa bumi itu bulat dan dengan menuju barat ia akan sampai ke India. Akhirnya, tibalah dia di Amerika. Ia gagal mencapai India tapi justru menemukan benua baru dan membuka lembaran sejarah baru bangsa Eropa.

7. Muhammad, Rasululloh
Seorang yatim piatu yang miskin. Dari kecil bekerja sebagai penggembala domba sampai berdagang. Setelah berumur 40 tahun, ia mendapatkan wahyu. Bertahun-tahun ia menyebarkan tauhid, mengesakan Tuhan di Mekkah. Namun, hanya sedikit orang yang mengikutinya dan kebanyakan dari mereka menentangnya. Ia pun dilempari kotoran, dicaci, dimusuhi, diboikot dan diperangi. Sampai akhirnya ia berhijrah (pindah) menuju Madinah.

Setelah berhasil membangun Islam di Madinah, ia kembali menuju Mekkah. Menaklukkan kota itu setelah sekian tahun ia dan pengikutnya diperangi oleh orang-orang kafir. Namun hebatnya, ia tidak membalas dendam terhadap orang-orang yang memusuhinya.

Ajarannya yang mengesakan Allah, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, membudayakan menuntut ilmu, cita persaudaraan dan menyempurnakan akhlaq (budi pekerti) manusia telah membekas di hati orang-orang gurun pasir itu.

Sepeninggalnya, masyarakat Arab berubah dari biadab menjadi beradab. Dari masyarakat badui menjadi penakluk dua imperium terbesar di dunia, Romawi dan Persia. Menguasai tiga benua dalam kurun waktu yang amat singkat. Dari Spanyol, ujung barat Afrika sampai India. Bahkan Indonesia. Berabad-abad lamanya memimpin ilmu pengetahuan & teknologi. Mewarisi ilmu dan filsafat Yunani-Romawi kuno serta melahirkan aneka ilmu pengetahuan baru. Dasar-dasar dari renaissance serta ilmu pengetahuan modern.

Begitulah. Mereka tidak menyerah menghadapi tantangan dan kondisi yang tidak sesuai dengan harapannya. Marilah kita simak beberapa nasehat berikut ini:
1. “When you’re failing you’re forced to be creative, to dig deep and think hard.”, Computer guru, Bill Gates
2. “Success is the ability to go from failure to failure without losing your enthusiasm.”, Winston Churchill, PM Inggris sewaktu PD II
3. “Failure is only opportunity to more intelligently begin again.”, Henry Ford, pengusaha mobil
4. “Anyone who has never made a mistake has never tried anything new.”, Albert Einstein, ilmuwan
5. “We should not let our fears hold us back from pursuing our hopes.”, John F. Kennedy, Presiden Amerika

Nah, bisakah kita belajar dari orang-orang gagal itu? Ternyata, orang-orang gagal itu punya daya juang yang tinggi dalam menghadapi kegagalan dan kemalangannya. Kita pun sekarang mengenal mereka bukan lagi sebagai orang gagal. Tapi sebagai orang sukses yang harum namanya. Ya, kegagalan mereka seolah sirna karena kesuksesan yang mereka dapatkan di akhir cerita.

Maka, bukankah akhir itu lebih baik daripada permulaan? Jika hari ini adalah permulaan atau bahkan perjuangan sudah dimulai, maka di saat-saat setelah kematian itulah yang menentukan siapa diri kita. Apakah manusia yang sukses dan bermanfaat? Ataukah manusia biasa-biasa saja, bahkan gagal sebagai manusia? Kita sendiri yang berkuasa memilih dan menentukannya. Karena Tuhan telah memberikan jalan dan memberi kebebasan bagi kita untuk memilih jalannya. Mari memilih dan melakukan yang terbaik!

(Nafis Mudrika)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s