Sharing

Karier vs Cinta


choiceKarier vs Cinta. Dua pilihan yang sulit. Tidak mudah untuk menentukan pilihan dan mengorbankan pilihan lainnya. Ini mirip sekali dengan: memilih es krim rasa coklat atau es krim rasa strawberry. Dua-duanya sama-sama lezat. Dua-duanya sayang untuk dikorbankan.

Mungkin kita bisa memilih dua-duanya. Tapi kalau kondisi tidak memungkinkan dan terpaksa harus memilih salah satu, bukankah terpaksa harus ada yang dikorbankan? Kalau pilihannya baik-buruk tentu akan mudah menjatuhkan pilihan dan memilih mana yang harus dikorbankan. Walaupun masih banyak juga yang salah mengambil keputusan dalam pilihan baik-buruk ini. Namun bagaimana jika pilihannya sama-sama baik atau sama-sama buruk? Tentu tidak akan mudah mengambil keputusan.

Berikut ini ada tips dalam mengambil keputusan:

1. Identifikasi Pilihan

Kenali pilihan dari masalah: penting, mendesak (bisakah ditunda?), dan manfaat. Pilih yang paling penting, paling mendesak dan yang paling banyak manfaatnya.

2. Cari alternatif lain

Kadang karena terpaku pada dua pilihan sulit, kita menutup mata pada pilihan lain yang memungkinkan kita bisa mengakomodasi dua pilihan itu. Cari alternatif lain, kalau perlu minta bantuan teman untuk mencarikannya.

3. Berani untuk tegas dan mengambil resiko

Ketegasan diperlukan dalam pilihan yang sulit. Kalaupun pilihannya salah, kita harus bertanggungjawab dengan pilihan kita. Tanggung jawab ini yang akan membedakan orang kuat dengan orang yang tidak berdaya.

4. Belajar melepaskan sesuatu (berkorban)

Kehilangan memang lebih berat daripada tidak memiliki. Namun dengan kehilangan akan ada banyak pelajaran. Nah, jika terpaksa harus menghilangkan sebuah pilihan (kesempatan) karena harus memilih pilihan yang lain, maka putuskan dan yakinkan diri bahwa pilihan yang Anda ambil adalah yang terbaik

5. Minta bantuan Tuhan

Berdo’a dan minta ketetapan hati pada Tuhan adalah cara terbaik untuk mengatasi hati yang sedang bimbang karena dua atau lebih pilihan yang sulit. Sholatlah istikharoh dan mintalah ketetapan hati.

Nah, jika pilihannya antara karier vs cinta tentu akan kembali kepada pribadi masing-masing. Kalau saya sih hanya bisa usul: “Cintailah karier Anda dan jadikan yang tercinta sebagai bagian dari karier Anda” ^ ^

(Nafis Mudrika)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s