Sharing

Taklukkan Dunia dengan Tulisan !


Mungkinkah? Mungkinkah tulisan mampu menaklukkan dunia? Mampu mengubah wajah dunia? Mampu membuat satu bangsa memimpin bangsa yang lain? Jika mungkin, mengapa hal itu bisa terjadi?

Setidaknya, ada tiga alasan kuat mengapa hal itu bisa terjadi.

1. Peradaban Tertinggi

Sebuah tulisan yang baik dibuat dengan penuh perencanaan. Dibangun atas dasar kesungguhan. Dipikir dan diracik dengan ramuan bermutu. Terus-menerus disempurnakan dengan ditulis ulang. Punya ruh yang terus menyala laksana bijak bestari yang hidup sepanjang masa. Seolah tak pernah tidur. Seolah tak pernah salah. Seolah hidup abadi, tak pernah mati.

Coba bandingkan dengan bicara. Bicara itu rawan salah. Bicara itu sering dangkal. Bicara itu jarang runtut. Bicara itu tidak sempurna. Oleh karena itu, kekuatan bicara jauh lebih rendah dibandingkan tulisan. Kekuatan tulisan pun jauh lebih abadi ketimbang bicara. Hingga tak heran jika peradaban tertinggi manusia adalah peradaban menulis.

Ya ! Peradaban tertinggi manusia adalah peradaban menulis. Lebih rendah lagi peradaban membaca. Lebih rendah lagi peradaban bicara. Lebih rendah lagi peradaban mendengar. Begitulah. Tingkatan-tingkatan peradaban.

Penemuan manusia yang paling besar pun boleh dikatakan simbol tulisan. Bukan listrik. Bukan atom. Tapi tulisan. Tulisan menginspirasi penemuan-penemuan berikutnya. Tulisan mengikat dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Tulisan membawa manusia menuju kesejahteraan.

2. Menulis itu Memimpin

Level tertinggi dari menulis adalah memperjuangkan idealisme. Mandiri dan merdeka dalam alam fikirnya. Mengekspresikan das solen dari lubuk hatinya. Menunjukkan apa yang seharusnya terjadi (apa yang benar) dan apa yang dikatakan oleh nurani. Ayat-ayat Tuhan yang terpercik dari dalam jiwa manusia. Jika level itu sudah didapatkan, maka ia akan mampu memimpin dirinya sendiri. Memukau dan menggerakkan dari menulis. Mampu menginspirasi orang, masyarakat, bangsa bahkan dunia untuk menuju kehidupan yang lebih baik.

Menjadi penulis (pengarang) itu memang tinggi derajatnya. Dia adalah kebanggaan bagi bangsanya. Dia mengisi dan menginspirasi budaya bangsa. Membentuk dan membangun masa depan peradaban. Dia berjalan di barisan paling depan. Menjadi lokomotif perubahan. Menjadi pelopor keemasan. Menjadi pemimpin peradaban.

Kalau kita memperhatikan sejarah, hampir kebangkitan semua peradaban dunia dimulai dari munculnya para filsuf, pengarang, atau sastrawan besar yang menghentak melalui karya-karyanya. Inggris boleh berbangga dengan H.G. Wells, Huxley, ataupun Bernard Shaw. Perancis dengan Andre Gide atau Andre Mourois. Amerika Serikat dengan Ralph Waldo Emerson. Nama mereka hidup sampai saat ini. Bagaimana dengan bangsa kita?

3. Mengatasi Zaman

Saya masih ingat akan nasehat HAMKA, “Pengarang harus mengatasi zamannya” Nah, saat ini bahkan beberapa tahun ke depan, kita menginjak sebuah zaman bernama information age. Zaman perang antar ide, nilai-nilai, serta informasi. Penguasa dunia ke depan adalah penguasa informasi.

Jika kita mau menang, maka siapkanlah sejuta ahli tulisan. Termasuk diri kita. Biarkanlah para penulis membakar dan menginspirasi peradaban dengan karya-karyanya.

Begitu fenomenalnya sebuah tulisan, sampai – sampai saya harus berkata: “Satu tulisan yang dahsyat akan mampu menghancurkan beribu-ribu pasukan terlatih bersenjata lengkap”

Itulah yang saya maksud: kita bisa menaklukkan dunia dengan tulisan !!!

Terakhir, ada sebuah pertanyaan buat Anda. Khususnya bagi yang muslim. Tahukah Anda mengapa mukjizat Muhammad yang paling besar adalah Al Qur’an? Bukan mukjizatnya membelah bulan atau yang lain? Saya kira tidak perlu menjawabnya. Anda sudah tahu jawabannya.

(Nafis Mudrika)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s