Sharing

Resep bikin Super Team


“Coming together is beginning, staying together is progress, and working together is success.” Henry Ford

Jika Anda hanya orang biasa yang penuh dengan kekurangan, maka Anda tidak perlu bersedih. Namun, bersedihlah ketika Anda tidak berada di dalam sebuah team yang solid. Mengapa?

Karena team lebih mudah memecahkan masalah atau mencapai tujuan jika dibandingkan dengan individu. Orang biasa yang bekerja dalam team bisa saja mengalahkan orang hebat yang bekerja sendirian. Walaupun orang yang hebat ini multi talenta dan hampir bisa melakukan apa saja.

Perlu digaris bawahi bahwa setiap manusia hampir tidak pernah lepas dari apa yang namanya lupa, kesalahan, maupun kekurangan. Jadi, orang hebat atau ‘super man’ itu hampir jarang ditemui di dunia ini. Yang ada hanyalah orang-orang biasa yang mampu bertindak secara luar biasa. Biasanya, orang-orang ini bertindak dalam satu kesatuan tim.

Walupun demikian, team yang jelek justru jauh lebih jelek daripada performa seorang diri. Bukan karena kapasitasnya yang jelek. Namun, karena mereka justru saling menghancurkan dan merontokkan satu sama lain. Bukan saling mengisi dan mendukung antar anggota tim. Ibarat main bola, seorang defender menjegal striker temannya dan seorang striker membobol gawang yang dijaga oleh rekan setimnya sendiri. He he he lucu ya… Apalagi jika orang-orang yang khianat ini berkualitas pasti kerusakan yang ditimbulkannya akan jauh lebih besar lagi.

Nah, yang diperlukan memang bukan super man apalagi jelek team ^^ Namun super team. Lalu super team itu apa? Bagaimana mewujudkannya? Pertama, sebuah team adalah sekumpulan orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama. Kemudian, berikut ini resep untuk membuat super team:

Satu visi, satu nilai, satu rasa

Visi dan nilai yang sama adalah pondasi dasar untuk membangun team. Badai topan sekencang apapun tak akan mampu merobohkan sebuah team jika pondasinya kuat. Galilah visi dan nilai bersama ini! Lalu, setiap anggota team harus memahami dan mendarah daging agar bisa tetap konsisten. Dengan kesatuan ini, satu anggota akan merasakan apa yang sedang terjadi pada anggota yang lain. Ibarat satu tubuh, jika satu bagian terluka maka yang lain akan ikut merasakannya juga.

Komunikasi positif

Bangun budaya komunikasi positif dengan menekankan pada hal-hal yang positif. Jangan sampai membangun budaya kritik yang justru menghancurkan semen perekat bata. Saling mengingatkan untuk sesuatu yang konstruktif adalah budaya positif untuk mencapai arah yang baik. Kesalahan bukan pada orangnya tetapi pada sikap, perilaku atau kinerja tertentu yang menyimpang. Setiap anggota juga harus rendah hati dan bisa saling memaafkan serta pro aktif minta maaf jika salah.

Jika setiap anggota berpikiran positif, berprasangka baik, saling percaya dan membangun komunikasi positif tentulah akan menimbulkan kepercayaan yang memudahkan pencapaian visi.

“Everyone hears what you say, Friend listens to what you say. Best friends listens to what you don’t say” Tim McGraw

“Saya telah (dibai’at) menjadi wali (pemimpin) kalian, namun tidak berarti bahwa saya adalah orang yang terbaik di antara kalian. Maka, kalau saya benar dalam menjalankan amanah ini, bantulah. Dan kalau saya salah, luruskanlah. Taatlah kepadaku selama saya taat kepada Allah dalam urusan kalian. Tetapi jika saya berbuat maksiat kepadaNya maka tiada lagi kewajiban taat kepadaku … “ (Abu Bakar Ash Shiddiq)

Rela berkorban

Bukan hanya rela untuk mengorbankan sesuatu demi kepentingan team. Namun juga rela berkorban untuk kepentingan anggota team yang lain. Bahkan dengan pengorbanan dan pemberian yang terbaik.

“Great achievement is usually born of a great sacrifice, and is never the result of selfishness.” (Napoleon Hill)

The right man in the right place

Konsistensi dan komitmen akan lebih mudah dipertahankan jika orang sudah bekerja pada tempatnya. Di sini, dapat berarti keahlian, bakat, minat, kepribadian maupun apa yang menjadi fokus dari orang tersebut. Jika amanah dan komitmen ini tidak dipegang teguh maka kita hanya tinggal menunggu waktu kehancurannya.

Bersihkan duri dalam daging !

Inilah salah satu strategi perang Khalid bin Walid. Panglima perang Islam yang konon hampir selalu menang dan tidak pernah kalah di setiap pertempuran apapun. Rahasianya sederhana. Jangan pernah ada pasukan yang melarikan diri dari medan perang kecuali untuk strategi. Walaupun satu orang saja. Jika ada, maka haruslah dibunuh. Pernah dalam sebuah perang, kaum muslimah berada di belakang pasukan muslimin. Tugas mereka cukup sederhana. Mereka ditugasi untuk memerangi semua orang munafik yang lari dari medan perang. Hasilnya? Gengsi dong kalau mundur diburu para wanita untuk dibunuh. ^^ Mendingan terus maju ke depan dan mati syahid secara ksatria.

Ya, begitulah. Secara psikologis, pengkhianat akan mempengaruhi mental pasukan yang lain. Akhirnya yang lain pun ikut-ikutan melarikan diri. Oleh karena itu, jangan pernah menganggap enteng satu orang pengkhianat saja. Bersihkan duri dalam daging ! Bisa dibuang, bisa juga dipresto biar lunak dan jadi daging agar bisa dimakan ^^

Yup, begitulah resep bikin super team. Apakah Anda juga siap untuk membuatnya? Silakan dilakukan ! (nafis)

One thought on “Resep bikin Super Team

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s