Hari itu jum’at 16 Juli 2010. Entah bisa disebut sebagai hari kerja, liburan atau hari penuh kegilaan bagiku. Pagi – pagi, aku sudah berangkat dari rumah (ceritanya rumahnya temen yang jadi markas besarku ^ ^) ke terminal Baranangsiang. Lalu, jadi ‘orang hilang’ di depan tol Jakarta Bogor. Akhirnya, setelah sekian lama menunggu, bis Bogor – Jonggol itu pun datang juga. Bis dengan kondisi memprihatinkan itu berjalan dengan tidak terlalu nyaman. Sempat dioper ke bus lain dan harus menunggu sekitar setengah jam gara-gara sopirnya demen bgt ngetem (Mungkin dia sedang diare kali ^ ^ Lama buanget nunggunya…) akhirnya nyampe juga di Taman Buah Mekarsari Cileungsi. Ini adalah pengalaman pertamaku ‘berwisata’ ke sini.
Huh, ternyata aku salah masuk gerbang. (dasar ndeso) Tiketnya nggak ada di gerbang ini. Tapi aku justru beruntung. Karena securitynya yang ramah (tumben security nggak galak ^ ^) aku bisa masuk tanpa bayar tiket. (he ^ ^ harga tiketnya sekitar Rp. 18.000) Sebetulnya bukan karena securitynya, namun karena kepentinganku ke sana adalah untuk survey. ^ ^
Perjalanan dilanjutkan ke bagian informasi dan dapat kereta gratis menuju kantor pusatnya di bangunan air terjun. (Wah dapat gratisan terus nih ^ ^) Setelah cuap-cuap dengan bagian BDvnya, tanya sana tanya sini, nego sana nego sini, akhirnya aku memutuskan untuk sholat jum’at dulu.
Ternyata, nunggu kereta yang ke musholla lama buanget. Mungkin, akunya yang salah tempat atau keretanya yang nggak mau ngangkut orang gratisan ya, kereta nggak kunjung datang juga. Sebetulnya aku mau bayar sih tapi nggak ada haltenya dan nggak ada petugasnya sih jadi nggak kesampaian deh ^ ^. Gara-gara dikejar waktu sholat jum’at, aku pun memutuskan untuk berjalan kaki. Tapi karena ‘ndeso’nya aku dan entah mengapa aku harus mengikuti sayup-sayup suara pengumuman masjid… akhirnya aku berjalan tanpa arah. Bingung arah sih. ^ ^
Kok yang ada dari tadi kebun buah melulu ya… (Namanya juga taman buah bang) Nggak ada orang je. Tapi yang lebih parah, perasaan kok muter-muter terus. Tadi sudah berjalan berapa kilo sih kok nemuin kebun belimbing lagi dan itu-itu lagi. fuh… balik arah muter lagi ngikutin arah datangnya suara azan.
Akhirnya kelihatan juga tuh masjidnya. Tapi, … peluangnya tipis untuk jumatan di sana sebab ada pagar tinggi yang memisahkan diriku dengan masjid kampung itu… hiks hiks…. Perjuanganku berjalan-jalan mencari masjid harus diakhiri dengan sebuah pagar tinggi. fuh… Waduh, baru nyadar kalau aku tersesat… he he he… ya udah foto-foto aja. (gubrak…) Azan sudah berkumandang, aku hanya berdo’a dan terus berjalan mengharapkan keberuntunganku bisa sholat jum’at pada hari itu. Dengan perut lapar dan mulut haus, keturuskan langkah kakiku berkeliling dari satu kebun ke kebun lain.
Yippee, akhirnya nemuin musholla buat jum’atan. Walaupun hanya kebagian akhir khutbah pertama dan khutbah keduanya aja, yang penting aku nggak kehilangan sholat jum’atku. ^ ^ Habis sholat, keliling Mekarsari lagi dan ambil foto sana foto sini. setelah selesai, aku merayakannya dengan makan siang ^ ^ Prinsipnya, selesaikan tugas dulu baru makan ^ ^ Baru nyadar juga aku bawa brosur yang ada petanya mekarsari. Kenapa nggak dari tadi aku buka ya…??? Sekarang aku tahu kalau tadi tersesat di Greenland zone. Kalo naik kereta muter-muter di sana 50000 lho… tapi kalau kayak diriku… yah kayaknya lebih mahal dari uang 50000 karena walaupun gratisan, pegelnya minta ampun ^ ^ Nggak kebayang sabtunya harus ngadain training di Jakarta dan seninnya ikutan training di Bekasi… (Untung nggak jadi daftar training HR di Bekasi ^ ^) fuh… lebih baik pulang ke Bogor aja ^ ^
Makanya, besok lagi harus persiapan dulu kalau mau melakukan apapun. Eh buat kawan-kawan yang mau main ke Taman Buah Mekarsari, ini ada alamatnya :
Jl. Raya Cileungsi – Jonggol Km 3 Bogor 16820
Telp. 021 823 1811-13, 021 823 1812, 021 823 1822-24 email: sales@mekarsari.com atau buka aja websitenya di www.mekarsari.com




hahaha…… yang penting mah selamat sampai tujuan, Mas. Pengalaman nyasar, kapan lagi coba…..
hue,he,he..
LUCU BANGET.. tapi KASIAN juga sih!
Aduh… Aduh… Lugu banget si Mas Nafis. Ha..Ha..Ha.. Tapi sedih juga.. Hiks.. Hikss. Hikss…
Hahahaha…. yach yang penting sekarang sudah kagak tersesat lagi kan mas.
Salam kenal.
makasih sebelumnya udah mau mampir ke tempatku.